
Nunukan, Pembawakabar.com — Warga Kabupaten Nunukan kembali dihebohkan dengan dugaan aksi intimidasi dan penyerangan terhadap seorang penggiat media sosial Hamseng, oleh sekelompok orang tak dikenal (OTK). Kejadian tersebut terjadi Jumat (8/5/2026).
Hamseng mengaku mendapat serangan dari sejumlah orang yang diduga membawa senjata tajam dan balok kayu. Ia bahkan menilai aksi tersebut diduga mengarah pada upaya pembunuhan.
“Memang mau membunuh kayaknya. Kalau dilihat ya mau membunuh karena bawa parang sama kayu semua,” ungkapnya saat memberikan keterangan, Sabtu (9/5/2026) di rumah Aspirasi DPRD Nunukan Andi Fajrul Syam.
Ia menceritakan, saat tiba dari Mamolo, situasi sudah ramai dipenuhi warga. Informasi awal yang diterimanya menyebutkan kejadian bermula usai Salat Jumat dan kembali terjadi sekitar pukul 16.00 WITA.
“Kalau yang di lapak itu sekitar jam 8 malam. Kalau di kandang itu informasinya sore, sekitar jam empat,” katanya.
Korban juga mengkritik lambannya penanganan aparat terhadap kasus tersebut. Menurutnya, pihak kepolisian seharusnya mampu mengungkap pelaku dengan cepat karena memiliki akses informasi dan perangkat intelijen.
“Kalau memang polisi tidak bisa membuktikan, biarlah saya membuktikan sendiri. Saya ini baru berapa jam sudah tahu semua informasi masuk. Masa sekelas polisi yang punya intelijen dan akses data cepat tidak bisa tahu,” ujarnya.
Ia menduga aksi penyerangan tersebut berkaitan dengan kritik yang selama ini disampaikan melalui media sosial.
“Tidak bisa menerima, tidak mau dikritik,” katanya.
Korban menjelaskan, insiden terjadi saat dirinya memarkir sepeda motor di depan sebuah lapak.
Sekelompok orang kemudian mendatanginya sambil membawa samurai dan balok kayu.
“Pada saat saya parkir motor di depan lapak, mereka menghampiri saya semua, lebih dari 10 orang, mengangkat samurai sama balok. Pada saat dekat, kurang lebih tiga meter,” tuturnya.
Beruntung, situasi tidak sampai menimbulkan korban jiwa setelah beberapa rekannya melaporkan kejadian tersebut kepada pihak kepolisian.
Sementara itu, Kasi Humas Polres Nunukan, Ipda Surnawan, saat di hubungi menyampaikan bahwa pihak kepolisian masih melakukan penelusuran melalui Satreskrim.
“Masih ditelusuri Reskrim, nanti kami informasikan kembali perkembangan kasus ini,” singkatnya. (Zha/*)



