Persiapan Groundbreaking KIPI, 9 Perusahaan Mancanegara Siap Investasi di Kaltara

Print Friendly, PDF & Email

TANJUNG SELOR – Mengawali aksinya dalam kunjungan kerja di Kalimantan Utara (Kaltara), Luhut Binsar Pandjaitan selaku Menteri Koordinator (Menko) Kemaritiman dan Investsi (Marves) Republik Indonesia dan Sofyan Djalil selaku Menteri Agraria dan Tata Ruang (ATR) Indonesia beserta rombongan melakukan rapat koordinasi di Aula Gedung Gabungan Dinas Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltara, Kamis (2/12).

Kunjungan kerja dua menteri tersebut tidak lepas dari pendampingan Gubernur Zainal A. Paliwang dan Wakil Gubernur (Wagub) Yansen TP, hal ini merupakan salah satu langkah dalam mempersiapkan kedatangan Presiden Joko Widodo ke Kaltara untuk melakukan groundbreaking Kawasan Industri dan Pelabuhan Internasional (KIPI).

Bacaan Lainnya

“Kami di sini melihat persiapan rencana groundbreaking KIPI (Kawasan Industri Pelabuhan Internasional, red) di Tanah Kuning, saya lihat perencanaannya memang sudah beberapa waktu yang lalu. Nanti ada sembilan perusanaan dari mancanegara yang akan investasi di sana,” ujar Menteri Luhut dalam wawancaranya usai melangsungkan rapat koordinasi.

“Pak Sofyan nanti akan menindaki soal tanah dan sebagainya, selain itu Pak Zainal juga sudah bekerja sama dengan Bupati Bulungan. Jadi semua perencanaan sudah berjalan, kita berharap semua bisa berlangsung baik,” tambahnya.

“Untuk investor akan kita cari siapa yang cepat dan langsung ada uangnya, jadi jangan hanya omongan saja. Saya rasa Bapak Gubernur juga sudah tahu, orang yang memegang konsesi sampai 11 tahun tidak jalan-jalan itu semuanya kita cabutin haknya dan diberikan kepada yang bisa segera kerja,” beber Menteri Luhut lagi.

Baca Juga Dong:  Apel Gabungan KORPRI Perdana di Tahun 2022, Bupati Laura Ajak ASN Banyak Bersyukur

Selain Menteri Luhut, Norhayati Andris selaku Ketua DPRD Provinsi Kaltara mengaku bahwa pembangunan industri hijau terbesar di dunia ini akan mengubah masyarakat dan laju kembang pembangunan di Kaltara. Oleh karena itu, kegiatan KIPI akan melibatkan masyakat dan investor lokal demi menghindari adanya kecemburuan sosial.

“Kita memang menerima program-program yang datang, tapi harus tetap melibatkan masyarakat supaya tidak hanya jadi penonton. Saya minta kepada Pak Menteri untuk memfasilitasi putra-putri daerah yang memiliki potensi untuk dapat disekolahkan dan membangun politeknik yang sesuai dengan kebutuhan kerja di sini,” ungkapnya

“Saya juga menyampaikan harapan agar para investor harus bergandengan tangan dengan kontraktor lokal, Pak Menteri juga mengiyakan dan akan melibatkan kontraktor lokal. Tapi itu juga harus sesuai dengan kualitas yang dibutuhkan sehingga tidak dilepas langsung, tapi didampingi,” pungkasnya. (saq/dkispkaltara)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan