Personel Polsek Sebatik Barat dan Warga Gotong Royong Bangun Jembatan Darurat di Sungai Limau

SEBATIK – Sebagai bentuk kepedulian terhadap kondisi warga yang terdampak putusnya akses jalan akibat ambruknya jembatan di Desa Sungai Limau, Kecamatan Sebatik Tengah, personel Polsek Sebatik Barat bersama masyarakat setempat bergotong royong membangun jembatan darurat sebagai jalur alternatif sementara.

Kegiatan tersebut berlangsung pada Jumat (7/11/2025) mulai pukul 14.00 Wita hingga selesai, berlokasi di Jalan Sinta RT 14, Desa Sungai Limau, wilayah hukum Polsek Sebatik Barat.

Kegiatan tanggap bencana ini turut melibatkan sejumlah pihak, di antaranya:

Arif Budiman Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Nunukan, IPTU Didik Triastoro, S.H, Kapolsek Sebatik Barat, IPDA Sudirman Siduppa, Kasubsektor Sebatik Tengah, Mardin, Kepala Desa Sungai Limau, Iskandar, tokoh masyarakat, Ali, Ketua RT 14 serta personel Polsek Sebatik Barat dan warga setempat.

Kapolsek Sebatik Barat, IPTU Didik Triastoro, mengatakan kegiatan ini merupakan bentuk respons cepat kepolisian dan masyarakat terhadap kondisi darurat di lapangan.

“Putusnya jembatan membuat akses warga dan pelajar terganggu, mereka harus berjalan kaki sekitar satu kilometer dan menyeberangi anak sungai sedalam kurang lebih 50 cm. Karena itu, kami bersama BPBD dan warga berinisiatif membangun jembatan darurat agar aktivitas masyarakat bisa kembali berjalan,” ujar IPTU Didik.

Pembuatan jembatan darurat dilakukan secara swadaya, dengan dukungan alat berat excavator, mesin senso pemotong kayu, serta bahan-bahan seperti papan kayu, batang kelapa, tali, dan kayu ulin. Jembatan sementara tersebut memiliki panjang sekitar 9 meter dan lebar 4 meter, terbuat dari kombinasi kayu dan timbunan tanah untuk memudahkan akses kendaraan roda dua dan pejalan kaki.

Kepala BPBD Nunukan, Arif Budiman, memberikan arahan teknis kepada petugas dan warga dalam proses pembangunan jembatan. Ia juga menyampaikan apresiasi atas sinergi masyarakat dan aparat di lapangan.

“Inisiatif dan kerja sama seperti ini sangat penting, terutama di wilayah rawan bencana. Sambil menunggu perbaikan permanen dari Dinas Pekerjaan Umum, jembatan darurat ini bisa menjadi solusi agar mobilitas warga tetap terjaga,” jelasnya.

Kepala Desa Sungai Limau, Mardin, turut menyampaikan terima kasih atas dukungan semua pihak.

“Kami sangat berterima kasih kepada Polsek Sebatik Barat, BPBD, dan masyarakat yang sudah turun tangan bersama. Ini bukti nyata kepedulian terhadap warga kami,” ujarnya.

Kegiatan kerja bakti ini diharapkan dapat menjadi contoh semangat gotong royong dan sinergi antara aparat pemerintah, kepolisian, dan masyarakat dalam menghadapi situasi darurat di wilayah perbatasan. (*)

[jetpack-related-posts]