Sempat Lakukan Perlawanan, Polisi Berhasil Tangkap Pelaku Pembunuhan Pengusaha Rumput Laut

Print Friendly, PDF & Email


NUNUKAN-Unit Reskrim Polsek Nunukan, Polres Nunukan mengungkap pengungkapan kasus pencurian dan pemberatan dengan menghilangkan nyawa seseorang terhadap korban bernama Sam yang mayatnya ditemukan di dalam kamar, di Sei Fatimah, Kecamatan Nunukan, Nunukan pada Sabtu (6/7) dini hari.

Dalam pengungkapan ini Polres Nunukan menghadirkan tersangka Julkifli alias Jul alias Pepe (27) berikut barang bukti yang berhasil disita aparat Kepolisian.

Bacaan Lainnya

Wakapolres Nunukan Kompol Aroefik Aprilian Riswanto didampingi Kapolsek Nunukan Iptu D.Barasa, Kasat Reskrim Polres Nunukan Iptu Lusgi dan Kasi Humas Zainal menyampaikan pengungkapan kasus pencurian dan pemberatan dengan menghilangkan nyawa seseorang.

“Pelaku diamankan oleh tim Reskrim dan unit Reskrim polsek Nunukan dengan proses yang cukup luar biasa, karena pelaku saat diamankan membawa tombak supaya tidak ditangkap. Dalam penangkapan pelaku, ada juga warga yang mendapat penyerangan dari pelaku, karena itu petugas melakukan tindakan terukur melakukan tembakan pada kaki kanan,”kata Wakapolres Nunukan dalam jumpa pers, Selasa (9/7/24).

Aroefik menerangkan, hasil pemeriksaan pelaku merupakan tuna wicara (bisu) sehingga penyidik menghadirkan ahli isyarat untuk mengetahui apa yang disampaikan dan dilakukan pelaku.

Atas perbuatannya, Pelaku dikenakan pasal 339 KUHPidana Sub Pasal 365 Ayat (3) KUHPidana, dihukum penjara seumur hidup atau penjara sementara selama-lamanya dua puluh tahun dan pasal 365 Ayat (3) KUHPidana ancaman hukuman selama-lamannya lima belas tahun.

Adapun kronologis kejadiannya, kejadian pada hari Sabtu, 6 Juli 2024 sekitar pukul 02.19 WITA dini hari di dalam rumah jalan Sei Fatimah RT. 04 desa Ujang Fatimah, pelaku saat itu telah melakukan persiapan mengunakan masker dan sweater dan membawa senjata tajam (Pisau dapur). Saat itu pelaku terekam cctv berjalan di depan rumah korban sambil melihat situasi rumah korban dan sekitarnya.

Pelaku ketika itu, langsung beraksi memutus kabel cctv yang ada di depan rumah korban untuk menghilangkan bukti. Selanjutnya pelaku memanjat lewat samping rumah korban tepat di kamar korban.

Pelaku langsung masuk ke kamar korban yang saat itu tidak dikunci. Saat pelaku masuk korban Ami ketika itu terbangun dan melihat pelaku, seketika pelaku menyerang korban Ami dengan sebilah pisau dapur dan mengenai perut sebelah kanan korban. Korban saat itu menyelamatkan diri naik ke kasur disusul oleh pelaku.

“Seketika korban almarhum Sam menendang pelaku hingga jatuh, namun pelaku kembali menyerang dan ditendang lagi korban Ami, karena perlawanan korban tersebut pelaku panik dan menyerang korban membabi buta hingga kedua korban jatuh ke lantai,”jelas Aroefik.

Selanjutnya pelaku mengambil kunci dan menuju ke lantai satu untuk mengambil barang berharga korban. Saat itu korban Ami menelpon tetangganya untuk meminta pertolongan. Kemudian warga datang dan mengevakuasi korban lalu dilarikan ke RSUD Nunukan.

“Kita juga telah memeriksa 12 orang saksi dan berdasarkan hasil visum korban Sam meninggal sekitar 2-6 jam setelah kejadian dan lebam mayat belum menetap, hasil visumnya korban sudah meninggal saat dibawa ke RSUD. Berdasarkan visum luka korban Ami luka gores bagian pipi sebelah kiri, luka robek pada siku kiri, lengan kanan, bahu sebelah kanan, jari telunjuk dan tengah kanan , luka tusuk pada bagian pinggang sebelah kanan, kemudian luka robek atau putus pada bagian jari tengah dan jari manis sebelah kiri,”terang Aroefik.

Wakapolres juga mengungkapkan korban almarhum Sam dan korban Ami merupakan bos dan karyawan yang tinggal serumah.

“Korban almarhum merupakan bos pembeli rumput laut dan Ami adalah admin pada bisnis rumput laut yang dijalankan oleh Sam,”jelasnya.

Sementara pelaku merupakan residivis pada tahun 2019 kasus membawa senjata tajam dan kasus pencurian baterai Telkom.

“Pelaku memang suka mencuri dan sepengetahuan pelaku, korban baru menjual rumput laut baru loading, pelaku ini mengira korban sudah memiliki uang dan langsung melakukan aksi pencurian,”pungkas Wakapolres.(Hamzia)

Dengarkan Kami di Aplikasi Solatafm Nunukan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *