Terapkan 2 Kurikulum, SMPN 1 Nunukan Gelar Project Pesona Daerah di Rumah Adat Tidung Binusan

Print Friendly, PDF & Email

NUNUKAN, Pembawakabar.com- Sebagai Sekolah Penggerak yang menerapkan dua kurrikulum, Sekeolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 1 Nunukan menggelar Pelaksanaan Projek pertama dengan mengunjungi Rumah Adat Tidung di Desa Binusan, Kecamatan Nunukan, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara (Kaltara), Senin (25/10).

Suriana, Wakil Kepala SMP 1 Nunukan Bidang Kurrikulum menjelaskan, sekolah penggerak diberikan pilihan melaksanakan kegiatan dengan tujuh tema project berbeda, dan diwajibkan melaksanakan tiga di antara tema-tema tersebut.

Bacaan Lainnya

“Dari tiga tema ini, pertama adalah Keraifan Lokal yang kami beri subtema Pesona Budaya Daerah dan penerapkan proses belajarnya dengan mengunjungi dan mengundang Pemangku Adat Tidung Binusan untuk memberikan materi tentang Budaya Tidung, Kata Suriana saat temui Tim

Dua tema lainnya, lanjut Suriana, akan dilaksanakan akhir November 2021 yaitu Seniman Masuk Sekolah serta Suara Demokrasi yang akan dilaksanakan pada semester II nanti.

“Jadi untuk Seniman Masuk Sekolah ini tidak melibat semua siswa, hanya keterwakilan namun yang lainnya itu mengamati sedangkan Suara Demokrasi ini siswa diajarkan berpolitik layaknya orang dewasa, hanya saja skalanya yang lebih kecil yang nantinya itu akan dilaksanakan pada pemilihan Ketua Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS),” papar Suriana.

Lebih lanjut, Suriana menjelaskan pembelajaran yang menggunakan KOS terbagi atas dua jenis pembelajaran yakni pembelajaran rutin yang berlangsung layaknya Pembelajaran Tatap Muka (PTM) biasanya selama lima hari sekolah dan yang kedua adalah pembelajaran yang bersifat projek. “Inilah yang kita laksanakan sekarang,” katanya.

“Harapannya, melalui kegiatan ini, enam dimensi Profil Pelajar Pancasila yakni Beriman, Bertaqwa Kepada Tuhan yang Maha Esa, dan Berakhlak Mulia, Berkebhinekaan Global, Gotong-Royong; Mandiri, Kritis, dan Kreatif,” pungkas Guru Mata Pelajaran IPA Kelas VII ini.

Baca Juga Dong:  Peringatan Hari Armada RI, Gubernur Bersama Danlantamal XIII Tanam Mangroove di Tarakan

Di tempat yang sama, Ketua Panitia kegiatan Nurlaila menyebutkan, pelaksanaan Project Pesona Daerah dilaksanakan dengan tetap menerapkan protokol kesehatan (Prokes) secara ketat serta telah mengantongi izin dari satgas Covid-19 Kabupaten Nunukan.

“Siswa kami wajibkan mematuhi prokes serta membawa hand sanitizer dan mengurangi berkomunikasi dengan teman-temannya. Paling penting, siswa sudah divaksin” jelas Nurlaila.

Dia menyebutkan, dengan 96 orang siswa dari tiga kelas dijadwalkan ikut, namun hingga pada hari pelaksanaan hanya 74 orang saja yang bisa ikut. Hal ini dikarenakan mereka belum dizinkan oleh orangtua mereka untuk bergabung dengan Projek Pesona Budaya Daerah dan mereka belum divaksin.

“untuk Selasa itu dua kelas dan Rabu saat penutupan akan diikuti tiga kelas. Jadi total keseluruhan yang seharusnya ikut setidaknya 256 orang, tapi bisa dipastikan tidak semua ikut karena alasan tadi.” Pungkasnya.

Selain berkunjung ke Rumah Adat Tidung,  Pelajar dari SMP Negeri 1 Nunukan ini juga  bertemu dengan beberapa Pemangku Adat Tidung yang mengenakan pakaian adat khas Tidung lengkap, sekaligus sebagai pemateri pada proses pembelajaran Pesona Budaya Daerah ini.

Sementara itu, Lettu Arm M. Hafizh S. Tr (Han) menyampaikan rasa gembiranya telah dilibatkan dalam upaya pelestarian budaya daerah dan merasa bangga dengan siswa-siswa SMP Negeri 1 Nunukan yang sangat antusias mempelajari budaya Adat Tidung.

“Kami bangga telah dilibatkan dalam kegiatan ini.  Selain telah membantu generasi muda belajar tentang Budaya Tidung, kami juga merasa senang karena menjadi bagian pelestarian kebudayaan,” katanya.

Ia berharap pihak Satgas Pamtas tetap akan dilibatkan dalam kegiatan serupa dan ia dengan tegas menyatakan akan selalu siap membantu.

Salah satu pelajar yang sempat ditemui media ini, Putri Sinungboleng, siswa kelas VII B mengungkapkan sangat senang telah ikut dalam Project Pesona Budaya Daerah yang diselenggarakan SMP Negeri 1 Nunukan.

Baca Juga Dong:  Persiapan Groundbreaking KIPI, 9 Perusahaan Mancanegara Siap Investasi di Kaltara

Saking senannya, Ia berharap mendapatkan kesempatan dijadwal selanjutnya untuk lebih mengenal kebudayaan-kebudayaan yang ada di Nunukan.

“Saya berharap ke depannya saya juga berkesempatan mengikuti kegiatan yang serupa atau mungkin dengan variasi yang berbeda,” Kata Putri.

Untuk diketahui, project Pesona Budaya Daerah materi pertama tentang lagu Adat Tidung yang dibawakan langsung dijelaskan H Sura’i. Tidak hanya itu, simbol-simbol yang terdapat di Rumah Adat Tidung yang sebagai kepercayaan masyarakat Tidung sebagai mantra dan masing-masing memiliki fungsi dan manfaat yang berbeda antara satu dengan yang lainnya juga dikupas untuk para pelajar.

Sedangkan materi kedua disampaikan ketua Adat Tidung Kecamtatan Nunukan, Abdul Samad tentang Tarian Adat Tidung kemudian dilanjutkan oleh Ibrahim Latief yang membawakan materi mengenai Musik Adat Tidung.

Disesi materi terakhir memperkenalkan tumbuhan asli Suku Tidung yang dibawakan oleh Pemangku Adat Tidung Desa Binusan, Abdul Kahar Uking, yang menjelakan banyak jenis tanaman adat yang dapat digunakan baik itu sebagai bahan makanan, obat-obatan maupun peruntukan lainnya.

Turut hadir dalam kegiatan ini, Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan (Satgas Pamtas) Republik Indonesia-Malaysia (RI-Malaysia) Yonarmed 18/Komposit juga memberikan pandangannya mengenai Projek Pesona Budaya Daerah ini.  (**)

Tinggalkan Balasan