Wisata Hutan Mangrove Yaki Manurani Pilihan Tepat Liburan Tahun Baru

Pemandangan Hutan Mangrove Yaki Manurani, Desa Binusan. (Foto:Ist)
Print Friendly, PDF & Email

NUNUKAN,Pembawakabar.com-Meski baru berjalan dua minggu pasca dilaunchingnya Wisata Hutan Mangrove Yaki Manurani, Desa Binusan, Kecamatan Nunukan, Kabupaten Nunukan.

Para pengunjung mulai banyak yang berdatangan melihat eksotis hutan mangrove Yaki Manurani yang langsung dihadapkan dengan laut yang langsung menampakkan Pos Perbatasan Sei Ular Indonesia dan Pos Kayu Mati Malaysia.

Bacaan Lainnya

Berdasarkan data yang diperoleh Pembawakabar.com, Senin (27/12/2021) hasil penjualan karcis masuk selama dua minggu ini jumlah pengunjung yang berkunjung mencapai 600 lebih.

Baca Juga:  Meriahkan HDKD Ke-77, Lapas dan Imigrasi Gelar Jalan Santai Sehat

“Sejak dilaunching 27 November 2021 yang bertepatan pada acara Iraw adat Tidung Borneo Bersatu oleh Pemerintah Desa Binusan. Alhamdulillah setelah dibuka, pengunjung yang masuk sudah 600 lebih, ini berdasarkan hasil penjualan karcis selama satu bulan,” kata Rudihartono Kepala Desa Binusan.

Hutan mangrove yang dipenuhi beberapa jenis mangrove, satwa Bekantan dan Monyet ekor panjang serta binatang endemik ini memberikan harga karcis masuk yang murah. Melalui peraturan desa nomor 11 tahun 2020, bagi pejalan kaki cukup merogoh kocek Rp. 3.000 per orang, sedangkan untuk pengendara sepeda motor Rp. 2.000 dan kendaraan roda empat Rp. 5.000.

Baca Juga:  Rapat Pembahasan Anggaran, Komisi II Soroti Soal Pertanian, LPG dan BBM

“Kita sudah menyiapkan area parkir bagi pengendara roda dua dan roda empat, selain itu ada juga rumah panggung untuk berlindung saat hujan. Untuk harga tiket masuk pejalan kaki Rp. 3.000, kendaraan roda dua Rp. 2.000 dan kendaraan roda empat Rp. 5.000,” jelas Rudi.

Rudi juga berharap kepada para pengunjung untuk tetap menjaga kebersihan disekitar mangrove, dengan tidak membuang sampah sembarangan tetapi membuang sampah pada tempat yang telah disediakan.

“Kami berharap pengunjung dapat menaati aturan yang ada di Hutan Mangrove dengan tidak membuang sampah dengan sembarangan, karena kami telah menyediakan tempat sampah dibeberapa titik, jadi harapannya pengunjung tidak menambah sampah yang terbawa arus ke wilayah hutan mangrove,”Harapnya.

Baca Juga:  Jelang Konferwil Waketum PP SNNU Bobby Nasution Sangat Layak Pimpin PWNU Sumut

Dia menjelaskan, Wisata hutan mangrove Yaki Manurani tersebut akan terus ditingkatkan demi untuk memberikan kepuasaan terhadap pengunjung, untuk tahapan pembangunannya direncanakan akan dilanjutkan dianggaran 2022.

“Sementara berjalan, kita akan tingkatkan lagi yang belum terbangun sesuai dengan apa yang direncanakan, Insya Allah tahun depan ada anggaran kita akan kembangkan lagi, ini demi kepuasan pengunjung dan tentunya sebagai sumber pendapatan Desa,” terangnya. (*)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.