16 PMI Menjalani Perawatan di Bangsal Isolasi RSUD Nunukan

Ratusan Pekerja Migran Indonesia tiba di Pelabuhan Tunon Taka Nunukan, Kamis (21/10).
Print Friendly, PDF & Email

NUNUKAN, Pembawakabar.com-Sebanyak 193 Pekerja Migran Indonesia (PMI) dari Malaysia dideportasi melalui Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara. 16 di antaranya terpapar virus corona.

Kepala Badab Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) AKBP F. JAYA Ginting menerangkan, 16 Pekerja Migran ini sementara menjalani Isolasi di RSUD Nunukan. Sebenarnya dari 193 PMI ini hanya 14 orang saja, karena yang 2 orang merupakan PMI yang terkendala yang dikirim dari Krayan.

Bacaan Lainnya

“Hanya 14 orang saja, mereka saat ini menjalani perawatan yang lebih intensif. Kemudian saat ini di Rusunawa sesuai pemeriksaan semua negatif, kita percaya apa yang dihasilkan pihak RSUD Nunukan,” ujarnya, Minggu (24/10).

“Mereka nanti akan ada PCR Swab selanjutnya karena memang itu sudah dijelaskan di aturan nomor 13 tahun 2021  keputusan satgas covid-19 nasional, kita wajib melakukan PCR pertama saat kedatangan dan PCR kedua sebelum dipulangkan ke kampung halaman,” pungkasnya.

Sementara itu, Direktur RSUD Nunukan dr. Dulman, Sp.Og saat dikonfirmasi membenarkan jika ada 16 PMI yang dinyatakan positif covid-19 pada saat pemeriksaan PCR Swab pertama.

“Informasi Pemeriksaan pertama itu ada 16 orang, tapi masih ada pemeriksaan hari kelima, kan kita tidak tahu ini terkadang karena faktor kelelahan atau perubahan suhu, jadi nanti hari kelima diperiksa,”tuturnya.

Dia menyebutkan, saat ini 16 PMI tersebut tengah menjalani perawatan intesif di Bangsal Isolasi RSUD Nunukan.

Baca Juga Dong:  Sasar Warga Kurang Mampu, Pemprov Berikan Bantuan Sambungan Listrik Gratis

“Sabtu sore masuk di RSUD dan menjalani isolasi, karena jangan sampai virusnya yang ditakutkan itu,” ujarnya. (**)

Tinggalkan Balasan