Inflasi Malinau Terkendali, Pemkab Fokus Kendalikan Harga Cabai dan Ayam Potong

Malinau, Pembawakabar.com– Wakil Bupati Malinau, Jakaria, S.E., M.Si., menyampaikan bahwa kondisi inflasi di Kabupaten Malinau hingga saat ini masih relatif terkendali dan tidak mengalami kenaikan yang signifikan. Meski demikian, Pemerintah Kabupaten Malinau tetap memberikan perhatian khusus terhadap sejumlah komoditas yang mengalami kenaikan harga, terutama cabai.

Bacaan Lainnya

Hal tersebut disampaikan Wabup Jakaria usai mengikuti Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah bersama Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) secara daring di Ruang Intulun, Senin (22/6/2026).

Menurutnya, berdasarkan hasil rakor, inflasi di wilayah Indonesia Bagian Timur, termasuk Kabupaten Malinau, masih berada dalam kondisi stabil. Namun, harga cabai merah keriting saat ini mengalami kenaikan dan berada pada kisaran Rp102.000 hingga Rp106.000 per kilogram.

“Komoditas yang perlu mendapat perhatian saat ini adalah cabai. Karena itu saya sudah meminta OPD terkait untuk segera melakukan intervensi kepada para petani agar lebih menggalakkan penanaman cabai sehingga pasokan tetap terjaga,” ujar Jakaria.

Ia menjelaskan, salah satu tantangan yang dihadapi saat ini adalah potensi musim kering yang diprediksi oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). Kondisi tersebut perlu diantisipasi oleh Dinas Pertanian dan Perkebunan melalui langkah-langkah strategis, termasuk menentukan wilayah yang potensial untuk pengembangan pertanian cabai.

Selain cabai, Pemkab Malinau juga terus berupaya meningkatkan produksi pangan, khususnya padi. Pada musim tanam mendatang, pemerintah akan mendorong pengembangan pertanian di kawasan pasang surut yang dinilai memiliki potensi besar karena lebih mudah dalam pengelolaan sumber air saat musim kemarau.

“Wilayah pasang surut masih sangat potensial untuk dikembangkan, terutama untuk padi sawah. Ini menjadi salah satu langkah antisipasi menghadapi musim kering sekaligus mendukung ketahanan pangan daerah,” jelasnya.

Lebih lanjut, Wabup Jakaria menyampaikan bahwa daya beli masyarakat Malinau hingga kini masih terjaga dengan baik. Pemerintah daerah juga terus berupaya menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok sesuai kebijakan dan regulasi yang ditetapkan pemerintah pusat maupun daerah.

Salah satu komoditas yang turut menjadi perhatian adalah harga daging ayam potong. Berdasarkan arahan pemerintah pusat, harga ayam potong di wilayah Indonesia Bagian Timur berada pada kisaran Rp40.000 hingga Rp42.000 per kilogram. Sementara itu, di Kabupaten Malinau harga masih berada di atas Rp45.000 per kilogram.

“Kami akan melakukan penghitungan dan evaluasi agar harga daging ayam potong di Malinau dapat lebih selaras dengan harga acuan yang telah ditetapkan pemerintah,” tuturnya.

Wabup Jakaria menegaskan, Pemkab Malinau akan terus memantau perkembangan inflasi serta mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk menjaga stabilitas harga dan melindungi daya beli masyarakat.

“Pengendalian inflasi menjadi salah satu prioritas pemerintah daerah agar kondisi ekonomi masyarakat tetap terjaga dan kebutuhan pokok dapat diperoleh dengan harga yang wajar,” pungkasnya. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *