
Malinau, Pembawakabar.com – Perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-68 Desa Wisata Pulau Sapi berlangsung meriah dan sukses. Beragam kegiatan yang digelar selama tiga hari mampu menarik antusiasme masyarakat, mulai dari lomba kebersihan lingkungan, memasak, tari tradisional, fashion show, karaoke, senam budaya, menyumpit, futsal hingga musyawarah desa yang diselenggarakan oleh Badan Permusyawaratan Desa (BPD).
Puncak perayaan sekaligus penutupan berlangsung di Panggung Ulung Buaye, Desa Wisata Pulau Sapi, Selasa (30/6/2026), dan secara resmi ditutup oleh Bupati Malinau, Wempi W Mawa, S.E., M.H.
Dalam sambutannya, Bupati Wempi mengapresiasi semangat kebersamaan masyarakat yang terus menjaga tradisi dan budaya melalui pelaksanaan Irau Bawang. Menurutnya, tema perayaan tahun ini, “Pulau Sapi Bersatu, Wisata Maju, Budaya Lestari” dengan subtema “Desa Mandiri, Bersih dan Berdaya Saing”, mencerminkan arah pembangunan desa yang harus diwujudkan secara bersama-sama.
“Persatuan menjadi modal utama. Tidak ada desa wisata yang bisa maju jika masyarakatnya tidak bersatu,” ujar Wempi.
Ia menilai Desa Wisata Pulau Sapi memiliki potensi besar sebagai salah satu pintu gerbang pariwisata Kabupaten Malinau. Selain kaya akan budaya dan sejarah, desa tersebut juga menjadi jalur menuju berbagai destinasi unggulan, seperti kawasan hutan tropis, Taman Nasional Kayan Mentarang, hingga kawasan pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) di Kalimantan Utara.
Bupati juga mendorong generasi muda agar memanfaatkan perkembangan teknologi dan media sosial sebagai sarana promosi wisata. Menurutnya, keunikan dan pesona Desa Wisata Pulau Sapi perlu semakin dikenal luas agar mampu menarik lebih banyak wisatawan.
“Anak-anak muda harus menjadi ujung tombak promosi desa. Lewat media sosial, keindahan dan keunikan Pulau Sapi bisa dikenal hingga ke tingkat nasional bahkan dunia,” katanya.
Selain promosi, Wempi menekankan pentingnya menjaga identitas desa dengan mempertahankan ornamen ukiran pada rumah-rumah warga sebagai ciri khas Pulau Sapi. Bahkan, ia mengusulkan agar hal tersebut diatur melalui peraturan desa sehingga dapat terus dilestarikan sebagai identitas daerah.
Di bidang ekonomi, Bupati berharap Desa Wisata Pulau Sapi mampu menjadi desa yang mandiri dengan mengoptimalkan potensi pariwisata dan sumber daya lokal. Ia menegaskan sektor pariwisata harus mampu memberikan dampak nyata terhadap peningkatan pendapatan dan kesejahteraan masyarakat.
Tak hanya itu, ia juga mengingatkan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan sebagai budaya hidup sehari-hari, bukan hanya dilakukan saat kegiatan gotong royong. Menurutnya, kebersihan merupakan salah satu faktor utama yang menentukan kenyamanan wisatawan saat berkunjung.
Menutup sambutannya, Bupati mengajak seluruh masyarakat untuk terus meningkatkan kualitas sumber daya manusia, memperkuat perekonomian desa, serta menjaga persatuan demi mewujudkan Desa Wisata Pulau Sapi yang semakin maju, mandiri, dan menjadi kebanggaan Kabupaten Malinau.
Sebagai penutup rangkaian kegiatan, dilakukan pemotongan kue ulang tahun ke-68 Desa Wisata Pulau Sapi sebagai ungkapan rasa syukur atas perjalanan panjang desa, sekaligus harapan agar Pulau Sapi terus berkembang sebagai desa wisata yang maju, mandiri, dan tetap lestari dalam menjaga budaya.(*)



