
NUNUKAN, Pembawakabar.com – Suasana malam takbiran di Kabupaten Nunukan tahun ini berlangsung meriah melalui gelaran Festival Bedug Takbir dan Takbir Mobil Hias dalam rangka Gebyar Ramadan dan 1 Syawal 1447 Hijriah.
Kegiatan yang dipusatkan di Tugu Dwikora, Jumat (20/3/2026), dipadati peserta dan masyarakat yang antusias memeriahkan acara.
Berdasarkan hasil penilaian dewan juri, Masjid Al Muhadirin berhasil meraih juara pertama sekaligus juara umum pada lomba takbir mobil hias. Posisi kedua ditempati IRMA Uswatun Hasaidah, disusul IRMA Al Huda di peringkat ketiga, dan M. Nur Hiuuah di posisi keempat.
Sementara pada festival bedug takbir, Masjid Nurul Iwan keluar sebagai juara pertama. Di posisi kedua Az-Zhaahir, disusul Ribath Khairat di peringkat ketiga, serta Al Huda di posisi keempat.
Panitia juga mengumumkan pemenang lomba pawai Nuzulul Quran yang sebelumnya digelar pada 14 Maret 2026. Pemuda Binalawan dari Desa Binalawan meraih juara pertama, diikuti Squad Kolaborasi dari Sebatik sebagai juara kedua, Az-Zhaahir dari Masjid Daarul Falaah di posisi ketiga, dan GenZ Singa Perbatasan dari Sebatik Tengah di posisi keempat.
Ketua Panitia Pelaksana, Muhammad Hafidz Ashary, mengatakan rangkaian Gebyar Ramadan telah berlangsung sejak 6 Maret hingga malam puncak menyambut 1 Syawal 1447 Hijriah.
Beragam lomba digelar dalam kegiatan tersebut, mulai dari pawai Nuzulul Quran, lomba adzan, dakwah pelajar, bedug sahur, hingga takbir mobil hias dan festival bedug.
“Antusiasme peserta dan masyarakat sangat luar biasa. Hal ini terlihat dari tingginya partisipasi dan dukungan dalam setiap kegiatan,” ujarnya.
Ia menyebutkan total hadiah yang disiapkan panitia mencapai Rp89.750.000 sebagai bentuk apresiasi sekaligus mendorong semangat kompetisi yang positif.
Menurutnya, keberhasilan kegiatan ini tidak terlepas dari dukungan pemerintah daerah, sponsor, panitia, serta masyarakat yang terlibat.
Meski demikian, panitia mengakui masih terdapat kekurangan dalam pelaksanaan kegiatan dan berharap ke depan penyelenggaraan dapat lebih baik dan meriah.
Sementara itu, Bupati Nunukan Irwan Sabri menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah menyukseskan kegiatan tersebut.
Ia menilai festival Ramadan tidak hanya menjadi ajang perlombaan, tetapi juga wadah kreativitas dan kebersamaan masyarakat.
“Terima kasih kepada semua pihak yang telah berpartisipasi sehingga kegiatan ini berjalan dengan baik dan berakhir dengan baik pula,” ujarnya.
Irwan berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara rutin, tidak hanya pada Ramadan, tetapi juga pada peringatan hari besar Islam lainnya.
Menurutnya, festival ini menjadi bagian dari syiar sekaligus sarana melahirkan generasi muda Islam yang berkualitas di Kabupaten Nunukan.
Ia juga menekankan pentingnya keterlibatan seluruh elemen masyarakat dan pemerintah agar kegiatan tersebut memberikan dampak positif yang nyata.
“Diperlukan perhatian, keterlibatan, dan tanggung jawab bersama agar kegiatan ini benar-benar memberi pengaruh positif bagi kehidupan masyarakat ke depan,” tutupnya. (*)



