H. Ladullah: Sampah dan Infrastruktur Pesisir Nunukan Jadi Keluhan Utama Masyarakat


NUNUKAN, Pembawakabar.com- Akumulasi sampah yang tidak terkelola dengan baik dan kondisi infrastruktur pesisir yang memprihatinkan menjadi masalah serius di beberapa wilayah pesisir Kabupaten Nunukan, mengganggu aktivitas masyarakat lokal dan mengancam ekosistem laut serta keamanan pangan sumber daya alam perairan.

Usai menjaring Aspirasi Masyarakat yang digelar pada Sabtu (21/2) Sore, di kediamannya, H. Ladullah mengungkapkan persoalan sampah dan infrastruktur di wilayah pesisir menjadi keluhan utama masyarakat

Bacaan Lainnya

“Tumpukan sampah dilaporkan semakin banyak, khususnya di wilayah padat penduduk dan kawasan pesisir.
Mulai dari wilayah Selisun hingga Simangkadu, sampah yang terdampar sudah cukup banyak. Bahkan di Sungai Bolong, sampah yang terbawa hingga ke perumahan warga sudah sangat penuh,” ujarnya.

Ketua Fraksi Partai PKS Kalimantan Utara ini menjelaskan bahwa sekitar dua hingga tiga bulan lalu pihaknya telah menggelar rapat bersama Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKPP) untuk mencari solusi penanganan sampah.

” Salah satu terobosan yang dibahas adalah pemanfaatan sampah plastik yang dikumpulkan untuk diolah menjadi bahan penahan ombak, langkah ini menjadi alternatif inovatif dalam mengurangi volume sampah sekaligus memberikan manfaat bagi wilayah pesisir,”

“Nantinya sampah akan dikumpulkan, diolah menjadi plastik balok atau plastik padat yang bisa dimanfaatkan sebagai penahan ombak. Ini salah satu upaya agar sampah tidak hanya dibuang, tetapi juga bernilai guna,” tambahnya.

Menurutnya, meski kewenangan pengelolaan sampah berada di tingkat kabupaten, Ladullah memastikan akan mendorong pemerintah kabupaten untuk menambah armada pengangkut sampah guna mengatasi permasalahan tersebut.

Ia juga menyoroti pola pengangkutan sampah yang dinilai perlu dievaluasi. Menurutnya, mobilisasi pengangkutan sampah sebaiknya dilakukan pada malam hari agar tidak mengganggu aktivitas masyarakat di siang hari serta mengurangi potensi kemacetan.

“Kalau siang hari masyarakat banyak beraktivitas dan mobil sampah kadang menjadi sumber kemacetan. Kalau malam hari diselesaikan, pagi masyarakat bisa beraktivitas tanpa terganggu,” terangnya.

Selain persoalan sampah, warga juga menyampaikan aspirasi terkait infrastruktur di wilayah Simangkadu dan Selisun, seperti perbaikan parit, selokan, serta akses jalan tembus menuju pantai.

Ladullah mengungkapkan, sebelumnya ia telah merencanakan penganggaran untuk akses jalan tersebut. Namun, rencana itu sempat dialihkan karena adanya informasi bahwa DPRD Kabupaten akan mengakomodir pembangunan di lokasi tersebut.

“Tahun ini insya Allah akan saya masukkan kembali dalam anggaran perubahan 2026. Karena di anggaran murni sudah masuk sebelumnya,” pungkasnya.(Zha/*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *