Hanya Karena Ucapan “Nenek”, Seorang Gadis Babak Belur Dikeroyok Kelompok Wanita

Ilustrasi
Print Friendly, PDF & Email

NUNUKAN, Pembawakabar.com – Seorang gadis bernama Dinda (18) menjadi korban pengeroyokan oleh kelompok wanita, hanya karena sebutan ” Nenek dan Janda”.

Kasus pengeroyokan tersebut  terjadi, Selasa (21/9) malam sekitar pukul 20.00 wita, di  Jalan Simpang Kadir, Kelurahan Selisun Kecamatan Nunukan Selatan, tepatnya di depan Kantor Pipit Group.

Bacaan Lainnya

Dua kelompok wanita yang sebagian merupakan pelajar  melakukan pertemuan di jalan tersebut dan melakukan perkelahian.

Berdasarkan keterangan rekan Dinda yang turut menjadi korban, NN menjelaskan awalnya Dinda diajak bertemu di tempat sepi untuk membicarakan hal penting. Saat itu Dinda menolak, meminta pertemuan dilakukan di siang hari.

“Kami diajak ketemuan, pertama di Lingkar namun karena ramai kemudian di Bukit Cinta saat itu mereka tidak mau keluar dari mobil, lalu mereka meminta di tempat yang sepi di depan PMJ,” jelas rekan Dinda yang tidak ingin sebutkan namanya, Rabu (22/9).

Saat itu, Dinda dan temannya ingin pulang, namun dicegat oleh orang yang ada didalam mobil tersebut. Ketika itu Dinda meminta bertemu di rumah untuk bicara baik-baik.

“Kami mau pulang, tapi ditegur mau kemana. Kami minta untuk diselesaikan baik-baik di rumah, namun mereka tidak mau dan mengatakan kenapa main kandang. Bahkan sempat chat kami untuk bertemu, saya ajak ke rumah mereka menolak dan meminta bertemu di Lingkar,” ujarnya.

NN mengungkapkan, Setibanya di Lingkar  Dinda didorong oleh mereka. Saat ingin membalas dorongan itu malah Dinda dihalangi oleh kelompok mereka.

Baca Juga Dong:  Gubernur Inginkan Kegiatan Sosial terus Dihidupkan di Kaltara

“Saya juga jadi korban ditampar dan mencoba melawan, namun diserang oleh kelompoknya dan baju yang saya gunakan sampai robek,” jelasnya.

NN menyebutkan, kejadian malam itu ada sekitar dua puluhan orang wanita yang mengeroyok.

“Kami hanya berapa orang saja, mereka malam itu banyak. Sebenarnya ini masalah sudah lama karena kelompok itu sebut jangan bawa-bawa masalah keluarga, kalau masalah dipanggil nenek tidak masalah,” ujarnya.

Dari kasus ini, pihak Polsek Nunukan sementara menanggani dan memanggil kedua kelompok tersebut untuk dimintai keterangan.

“Kita baru mintai keterangan dan kami tidak bisa memberikan penjelasan apapun, nanti sama pimpinan saja langsung,” ungkap salah satu Petugas Polsek Nunukan. (**)

Tinggalkan Balasan