NUNUKAN – Ketua Penambang Aji Putri, Muhammad Sumardi,saat di temui di Kantor DPRD Nunukan, Ia menyampaikan upaya perbaikan dermaga Aji Putri agar layak digunakan. Menurutnya, kondisi dermaga selama ini kurang terurus sehingga diperlukan kerja sama swadaya masyarakat.(25/8/25)
“Cuma lama tidak terurus, makanya saya selaku ketua penambang di Aji Putri berusaha memperbaiki supaya jembatan atau dermaga Aji Putri layak pakai. Itu juga swadaya bersama masyarakat,” ujarnya.
Sumardi menjelaskan, perbaikan dilakukan tanpa adanya paksaan. Warga yang ingin membantu dipersilakan, namun jika tidak pun tetap dihargai. “Sebenarnya ada sih untuk perbaikan jembatan, cuma tidak ada paksaan. Kalau dikasih, terima kasih. Kalau tidak, juga terima kasih,” katanya.
Ia menambahkan, perawatan dermaga perlu dilakukan secara rutin karena sering digunakan oleh masyarakat. Bahkan, dirinya kerap berkoordinasi dengan pihak Dinas Perhubungan (Dishub) terkait langkah peresmian dermaga tersebut.
“Makanya saya sering urus, kebetulan ada teman dari Dishub. Saya sering minta bagaimana ini supaya diresmikan secepatnya. Daripada ada apa-apa di laut seperti kemarin sempat terjadi kecelakaan,” jelasnya.
Sumardi juga mengapresiasi langkah DPRD Kaltara yang tengah membahas izin resmi untuk dermaga Aji Putri. “Sekiranya itu ucapan terima kasih bagi saya karena anggota dewan sudah mau mengurus perizinan dermaga Haji Putri,” ucapnya.
Ia berharap, jika dermaga sudah resmi, maka seluruh penambang di wilayah tersebut juga dapat diatur secara tertib, baik dari sisi surat-surat maupun kelengkapan izin.
“Kalau sudah resmi, otomatis mungkin saya usulkan surat-surat resmi semua penambangnya. Motorisnya juga harus punya SK, itu yang terutama,” tegasnya.
Saat ini, di Dermaga Aji Putri terdapat sekitar 30 kapal sapit dengan ukuran rata-rata GT7 yang beroperasi melayani masyarakat.(ZHA/Red)




