Makin Mudah, PLBL Liem Hie Djung Siap Qris Pembelian Tiket

NUNUKAN, Pembawakabar.com – Dinas Perhubungan Provinsi Kalimantan Utara terus mendorong transformasi digital di sektor transportasi dengan meluncurkan program Pelabuhan Siap QRIS di Pelabuhan Liem Hie Djung Nunukan. Program tersebut menjadi langkah strategis dalam modernisasi layanan kepelabuhanan sekaligus mendukung sistem transaksi non tunai yang lebih cepat, aman, dan transparan, Selasa(19/5/26).

Bacaan Lainnya

Hj. Massahara S.T. menyampaikan bahwa digitalisasi pelayanan pelabuhan merupakan kebutuhan yang tidak bisa dihindari di tengah perkembangan teknologi saat ini.

Menurutnya, pelabuhan kini tidak hanya menjadi simpul transportasi, tetapi juga wajah pelayanan publik yang harus mampu memberikan layanan cepat, modern, dan akuntabel kepada masyarakat.

“Sejak 17 September 2025, Dinas Perhubungan Provinsi Kalimantan Utara berupaya menghadirkan inovasi melalui program DIGI-PORT atau Transformasi Layanan Kepelabuhanan untuk meningkatkan efisiensi dan transparansi. Tahap awal dimulai dari pembayaran retribusi jasa kepelabuhanan melalui QRIS,” ujarnya.

Ia menjelaskan, program tersebut mendapat dukungan penuh dari Bank Indonesia serta pihak perbankan sehingga implementasi pembayaran digital di lingkungan pelabuhan dapat berjalan dengan baik.

Saat ini, pembayaran retribusi pelabuhan di lingkungan Dinas Perhubungan Provinsi Kalimantan Utara sudah dapat dilakukan melalui QRIS maupun transfer bank.

Digitalisasi tersebut dinilai membawa banyak manfaat, mulai dari proses transaksi yang lebih cepat dan efisien, mengurangi antrean dan kontak fisik, hingga meningkatkan transparansi penerimaan daerah.

Selain itu, sistem pembayaran digital juga memberikan keamanan transaksi karena masyarakat tidak perlu lagi membawa uang tunai dalam jumlah besar saat melakukan pembayaran layanan kepelabuhanan.

Tidak hanya berhenti pada pembayaran retribusi, transformasi digital juga mulai diterapkan pada layanan pembelian tiket transportasi laut.

Massarah, mengungkapkan bahwa agen penjualan tiket speedboat reguler di Pelabuhan Liem Hie Djung Nunukan kini telah menyediakan layanan pembayaran menggunakan QRIS.

“Dengan adanya layanan pembayaran QRIS, masyarakat kini dapat membeli tiket speedboat reguler secara non tunai di Pelabuhan Liem Hie Djung Nunukan,” katanya.

Menurutnya, penerapan sistem pembayaran digital tersebut sangat penting mengingat masyarakat Nunukan dan wilayah sekitarnya sangat bergantung pada transportasi speedboat sebagai moda mobilitas harian.

Ia menambahkan, penggunaan QRIS memberikan banyak keuntungan, baik bagi penumpang maupun operator speedboat. Penumpang dapat melakukan pembayaran lebih praktis dan cepat tanpa uang tunai, sementara operator mendapatkan kemudahan dalam pencatatan transaksi yang lebih tertata dan transparan.

Ke depan, Dinas Perhubungan Provinsi Kalimantan Utara menargetkan layanan pembayaran digital serupa dapat diterapkan di seluruh pelabuhan di wilayah Kalimantan Utara.

Dalam kesempatan itu, Harjah juga menyampaikan apresiasi kepada Bank Indonesia Perwakilan Kalimantan Utara yang menjadi mitra utama dalam mewujudkan program Pelabuhan Siap QRIS.

Ia mengakui bahwa pihaknya masih terus melakukan pembenahan terhadap berbagai layanan pelabuhan agar semakin optimal dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat.

“Kami berharap kegiatan ini menjadi momentum penting untuk memperluas digitalisasi pembayaran di seluruh sektor transportasi di Kalimantan Utara sehingga pelayanan publik semakin maju, modern, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” ungkapnya.

Menutup sambutannya, Massarah menyatakan dukungan penuh terhadap Launching Pelabuhan Siap QRIS di Pelabuhan Liem Hie Djung Nunukan sebagai langkah nyata menuju pelayanan transportasi yang lebih efisien, aman, dan modern bagi masyarakat Kalimantan Utara.(Zha/*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *