Puluhan Tahun Rusak Parah, Sering Jatuh dan Terkena Batu Terbang, Warga Minta Pemda Perbaiki Jalan Sei Fatimah

Kondisi Jalan Sei Fatimah. (foto:Pembawakabar.com
Print Friendly, PDF & Email

NUNUKAN, Pembawakabar.com-Warga di R 03 dan 04 Sei Fatimah di Desa Persiapan Ujang Fatimah mengeluh kondisi jalan yang seusia Kabupaten Nunukan lantaran rusak parah.

Jalan yang dibangun sejak Nunukan masih berstatus kecamata ini tidak pernah mendapatkan perhatian, meskipun sering diusulkan pada musrenbang ditingkat kecamatan.

Bacaan Lainnya

Akibatnya jalan rusak tersebut warga kerap jatuh dan sangat takut dengan batu terbang atau terpental akibat batu yang diinjak kendaaraan saat melintas.

Pengakuan salah satu warga di RT 04, Dandan mengatakan, jalan tersebut tidak pernah diperbaiki hingga saat ini dan sangat membahayakan bagi masyarakat yang berkendara.

“Jalan ini berlubang dan berbatu berbahaya bagi kami yang berkendara. Apalagi kalau batu itu terbang saat ada kendaaran yang menginjak, kita takutkan kena muka atau jendela rumah,” ujarnya.

“Pernah ada orang jatuh di penurunan ini, kita berharap Pemerintah daerah bisa memperbaiki jalan ini,” terang Dandan.

Terpisah, Ketua LPM Desa Binusan Abit saat ditemui mengungkapkan, Jalan Sei Fatimah hingga ke ujung itu sangat rusak parah.

“Selama terbentuknya Kabupaten Nunukan tidak pernah jalan ini disentuh Pemerintah sejak tahun 1997 hingga saat ini Kabupaten Nunukan berusia 22 tahun,” jelas Abit.

Dia juga menyebutkan, di jalan tersebut sudah banyak memakan korban jatuh saat melintas di jalan tersebut.

“Kami meminta Pemerintah dapat memperhatikan jalan ini. Kami sudah sering mengusulkan melalui musyawarah desa dan dilanjutkan ke Musrenbang, namun tidak pernah diloloskan, bahkan reses DPRD pun selalu kami sampaikan namun tetap juga tidak ada kejelasan. Sekarang kami binggung mau mengeluh kemana lagi, musrenbang maupun reses hasilnya nihil,” ungkapnya.

Baca Juga Dong:  Persiapan Groundbreaking KIPI dan Penutupan Pesta Budaya, Luhut Jadwalkan Kunker di Kaltara

Sementara itu, Kepala desa Binusan Rudihartono, S. Sos saat ditemui di ruang kerjanya menuturkan, jalan yang berada di Desa Persiapan Sei Fatimah, dua tahun yang lalu kita sudah usulkan di Musrenbang tingkat kecamatan dan hingga saat ini kemungkinan terkendala biaya atau kendala lainnya di Pemerintah daerah sehingga kita belum ada konfirmasi dari Dinas PUPR Nunukan

“Jalan itu setiap tahun desa Binusan mengusulkan dan jalan itu dibangun pada tahun 1997, saat itu masih Kabupaten Bulungan. Dan apa yang disampaikan oleh masyarakat mengenai jalan tersebut yang tidak pernah tersentuh Pemerintah Nunukan itu benar. Jadi harapan kami jalan itu memang harus sudah disentuh Pemerintah Nunukan karena jalan ini sudah terlalu rusak, kemudian penduduk kita juga banyak dengan mencapai 3000 jiwa.

Menurut Rudi, jalan yang sejak lama tak tersentuh ini sudah seharusnya untuk diperbaiki karena jalan itu juga akses utama untuk ke wisata Hutan Mangrove.

“Ini sudah layak untuk diperbaiki, apalagi jalan ini akses menuju wisata hutan mangrove, tentu ini juga berdampak kepada wisata, jika jalannya kurang baik pengunjung akan sepi. Selain itu kita tidak ingin saat orang luar yang masuk ke wisata ada yang menjadi korban. Sangat prihatin lah warga kita di sana itu saat musim hujan mereka sudah beberapa kali terjatuh,” jelasnya.

“Yang jelas kami hanya menunggu dari Pemerintah dengan usulan yang telah disampaikan, tidak mungkin warga harus menjalani aktivitasnya dengan jalan kondisi seperti ini, melihat jalan yang ada di Desa Binusan kurang perhatian. Harapan kami pemerintah memprioritaskan jalan itu,” pungkasnya. (*)

Tinggalkan Balasan