
NUNUKAN, Pembawakabar.com – Peredaran narkoba di wilayah Kabupaten Nunukan dinilai semakin mengkhawatirkan. Masyarakat diminta lebih aktif meningkatkan pengawasan di lingkungan masing-masing untuk mencegah penyalahgunaan narkotika, terutama di kalangan generasi muda.
Hal tersebut disampaikan dalam kegiatan sosialisasi bahaya narkotika yang digelar di kediaman Ruman Tumbo, S.H., di Jalan Rimba, Nunukan, Minggu (15/3). Kegiatan ini dihadiri warga dari RT 5, RT 6, RT 7, dan RT 10.
Dalam kesempatan itu, Ruman Tumbo menilai persoalan narkoba merupakan masalah kompleks yang melibatkan banyak pihak. Ia menyoroti bahwa penanganan selama ini masih lebih banyak menyasar pengguna, sementara pengedar hingga bandar dinilai belum sepenuhnya tersentuh.
“Masalah narkoba ini sangat menggiurkan karena nilainya besar. Bayangkan saja, membawa satu kilogram bisa bernilai hingga miliaran rupiah,” kata Ruman.
Menurutnya, upaya penindakan seharusnya tidak hanya fokus pada pengguna, tetapi juga lebih tegas terhadap pengedar maupun bandar yang menjadi sumber utama peredaran narkotika.
Ia menilai alasan bahwa bandar berada di luar daerah atau bahkan di luar negeri sering menjadi kendala dalam penindakan.
“Sering dibilang bandar itu ada di Malaysia atau di tempat lain. Tapi yang beredar di sini tetap ada orang yang mengendalikan dan membagikan barangnya. Itu sebenarnya juga sudah termasuk bandar atau pemasok,” ujarnya.
Ruman juga menyoroti kondisi Nunukan sebagai wilayah perbatasan yang dinilai semakin rentan terhadap peredaran narkoba. Ia bahkan menyebut narkotika kini tidak lagi menjadi barang langka dan telah menjangkau hingga ke tingkat kampung.
“Di Nunukan ini narkoba sudah hampir tidak menjadi barang langka lagi, bahkan sampai ke kampung-kampung. Kondisi ini tentu sangat memprihatinkan,” katanya.
Ia juga membandingkan dampak narkoba dengan korupsi yang sama-sama merusak kehidupan masyarakat. Jika korupsi merusak sistem pemerintahan, maka narkoba merusak mental generasi muda.
“Narkoba itu merusak mental, sama seperti korupsi yang merusak sistem. Dua hal ini kalau bisa dikendalikan oleh pemerintah tentu akan sangat membantu memperbaiki kondisi masyarakat,” ujarnya.
Meski demikian, Ruman mengapresiasi kebijakan rehabilitasi bagi pengguna narkoba yang datang secara sukarela untuk mendapatkan perawatan. Menurutnya, langkah tersebut dapat mendorong para pengguna untuk berani melapor tanpa rasa takut.
“Kalau ada pengguna yang datang sendiri untuk direhabilitasi tanpa dihukum, itu langkah yang bagus supaya masyarakat tidak takut dan mau menyadari kesalahannya,” tambahnya.
Sementara itu, Penyuluh Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Nunukan, Hermansyah, SH, mengingatkan bahwa penyalahgunaan narkotika kini semakin beragam, termasuk munculnya jenis narkoba baru di tengah masyarakat.
Ia menjelaskan, salah satu narkotika yang paling dikenal adalah sabu-sabu yang sangat berbahaya karena menyerang sistem saraf dan otak manusia.
“Kalau sabu-sabu masuk ke dalam tubuh, yang pertama diserang adalah saraf otak. Padahal otak kita mengatur semua aktivitas tubuh, mulai dari berpikir hingga menggerakkan anggota badan,” jelas Herman.
Selain sabu-sabu, ia juga mengingatkan adanya jenis narkotika baru atau New Psychoactive Substances (NPS) yang mulai beredar, salah satunya dalam bentuk cairan atau liquid yang digunakan pada rokok elektrik atau vape.
Menurutnya, jenis ini berbahaya karena sering kali tidak disadari oleh penggunanya, terutama di kalangan pelajar.
“Sekarang yang sedang marak adalah liquid untuk rokok elektrik. Cairan itu bisa saja mengandung narkotika. Ini yang sangat berbahaya karena banyak anak-anak yang tidak tahu isi dari liquid tersebut,” katanya.
Herman mengungkapkan, dalam sejumlah kasus yang ditemukan, pengguna liquid yang mengandung narkotika justru berasal dari kalangan pelajar.
Karena itu, ia mengimbau para orang tua untuk lebih memperhatikan pergaulan dan aktivitas anak-anak, khususnya yang masih duduk di bangku sekolah.
“Kami mengingatkan para orang tua agar lebih memperhatikan anak-anaknya yang masih sekolah. Jangan sampai mereka menerima atau menggunakan liquid dari orang yang tidak dikenal,” ujarnya.
Selain itu, orang tua juga diminta mengetahui lingkungan pergaulan anak, termasuk teman-teman yang sering berinteraksi dengan mereka.
“Perlu ditanya dengan siapa anak kita berteman dan apa yang mereka lakukan bersama temannya. Pengawasan dari keluarga sangat penting agar anak-anak tidak terjerumus pada penyalahgunaan narkoba,” tambahnya.(Ov/Zh)



