Ruman Tumbo Tinjau RSUD dr. Jusuf SK Tarakan Pascagempa: Pastikan Pelayanan dan Kesiapsiagaan Bencana Berjalan Efektif

 

Bacaan Lainnya

TARAKAN – Anggota Komisi IV DPRD Provinsi Kalimantan Utara, Ruman Tumbo, bersama rombongan melakukan kunjungan kerja ke RSUD dr. Jusuf SK Tarakan, belum lama ini. Kunjungan tersebut dilakukan sebagai bentuk inspeksi mendadak (sidak) untuk meninjau langsung kondisi fasilitas kesehatan dan pasien pascagempa bumi yang mengguncang wilayah Tarakan beberapa waktu lalu.

Dalam kunjungan itu, rombongan Komisi IV juga menggelar rapat bersama Direktur RSUD dr. Jusuf SK dan sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) terkait, di antaranya BPBD Kaltara, Biro Kesra, serta OPD teknis lainnya. Pertemuan tersebut membahas langkah-langkah lanjutan penanganan darurat, antisipasi bencana, serta penggunaan anggaran tak terduga (BTT) secara tepat sasaran.

“Saya ingin langsung melihat kondisi pasien kita pascagempa. Penanganan psikologis juga penting, karena banyak dari mereka yang mungkin mengalami trauma maupun panic attack,” ujar Ruman Tumbo.

Ruman menegaskan bahwa alokasi anggaran tak terduga harus diprioritaskan untuk kebutuhan penanganan bencana dan pelayanan dasar. Ia menyampaikan, Komisi IV akan segera menyusun rekomendasi resmi agar sinergi antara DPRD dan Pemerintah Provinsi Kaltara dapat berjalan lebih kuat dalam mendukung RSUD dr. Jusuf SK Tarakan.

“Kami ini lembaga pengawas. Kami akan mengusulkan hal-hal prinsip dan membuat rekomendasi agar DPRD dan Pemprov bisa bersinergi. Kita harus bersama-sama mengawal usulan RSUD dr. Jusuf SK,” tegasnya.

Sementara itu, Plt. Direktur RSUD dr. Jusuf SK Tarakan, dr. Budi Azis, menyampaikan bahwa pihak rumah sakit telah menyiapkan prosedur keamanan bencana sesuai standar operasional (SOP). Ia menjelaskan bahwa jalur evakuasi dan tangga darurat berjalan baik saat kejadian gempa.

“Jalur evakuasi sudah tertata dan kami memiliki kode khusus kapan pasien harus dievakuasi. SOP kebencanaan sudah kami terapkan,” ujarnya.

dr. Budi menambahkan, koordinasi lintas OPD dan Forkopimda Tarakan telah dilakukan sejak awal kejadian untuk memastikan keselamatan pasien dan tenaga medis. Rumah sakit juga tetap menyiagakan tenda darurat sebagai langkah antisipasi jika terjadi gempa susulan.

Tercatat, sebanyak 340 pasien sempat dievakuasi saat gempa terjadi. Meskipun beberapa bangunan mengalami keretakan ringan, struktur utama gedung rumah sakit dinyatakan aman.

“Bangunan dalam posisi aman, skala kerusakan tidak mengganggu struktur. Namun kami tetap waspada,” jelasnya.

Ruman Tumbo menegaskan, tujuan sidak tersebut bukan sekadar melihat kerusakan fisik, tetapi juga untuk memastikan kesiapan sistem, koordinasi lintas sektor, serta dukungan anggaran pemerintah agar pelayanan kesehatan di RSUD dr. Jusuf SK tetap optimal pascagempa.(*)

[jetpack-related-posts]