Tak Jera, Residivis Pencuri Belasan Juta Uang Tunai Kembali Ditangkap dengan Hadiah Timah Panas

Iptu Randhya Sakthika Putra, Kapolsek Sebatik Timur bersama jajaran saat meringkus RW pelaku pencurian.
Print Friendly, PDF & Email

NUNUKAN, Pembawakabar.com- Polsek Sebatik Timur menangkap pelaku pencurian Handphone dan uang tunai yang beraksi di Desa Sungai Nyamuk, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara (Kaltara).

Pelaku berinisial RW (23) merupakan residivis dengan kasus yang sama.

Bacaan Lainnya

Kapolres Nunukan AKBP Syaiful Anwar melalui Kapolsek Sebatik Timur Iptu Randhya Sakthika Putra menjelaskan, pelaku ditangkap setelah melakukan pencurian Handpone dan uang tunai, dengan memanjat ventilasi kamar belakang rumah korban,
di Jalan Ahmad Yani Rt.07 Desa Sungai Nyamuk Kecamatan Sebatik Timur, pada Rabu 15 September 2021 pada pukul 02.00 wita.

“Pelaku merupakan residivis yang keluar tahun 2021 sebanyak dua kali pada bulan Mei dan Agustus. Pelaku kembali berbuat kejahatan dan baru teridentifikasi dan berhasil tertangkap,” ujar Iptu Randhya, Kamis (16/9).

“Pelaku sempat mencoba melawan petugas dan melarikan diri, sehingga kita berikan tindakan tegas dan terukur terhadap pelaku di betis sebelah kanan,” tambahnya.

Dijelaskan Kapolsek Sebatik Timur penangkapan dan pengeledahan RW dilakukan di rumahnya.

Kita menemukan uang korban yang disimpan dalam sela lipatan baju dan handphone yang disimpan di dalam gedung TK yang tidak jauh dari rumah pelaku.

Berdasarkan keterangannya, pelaku mengambil tas korban yang berisi uang tunai sebesar Rp.16 juta dan Rp.530 ribu yang berada di dalam dompet serta handpone yang sedang di cas.

“Pelaku mengaku aksinya tersebut karena kebutuhan ekonomi dan handphone tersebut digunakan untuk kepentingan pribadi,” terang Kapolsek.

Adapun barang bukti yang disita Personil Polsek Sebatik Timur, 3 unit handpone dan uang tunai Rp. 16 Juta dengan pecahan lima puluh ribu dan seratus ribu.

Baca Juga Dong:  Dongkrak PAD, Kran Investasi Segera Dibuka

Atas perbuatannya, pelaku dikenakan pasal 363 dengan ancaman hukuman maksimal 9 tahun penjara. (**)

Tinggalkan Balasan