SEBATIK – Anggota DPRD Provinsi Kalimantan Utara dari Komisi IV, Ruman Tumbo, SH, meninjau langsung penanganan kasus dugaan keracunan makanan bergizi gratis (MBG) di dua Puskesmas dan Rumah Sakit Pratama Sebatik.
Dalam kunjungannya ke Puskesmas Sebatik Timur, Puskemas Sebatik Tengah dan Rumah Sakit Pratama untuk mendengar langsung penyebab keracunan makanan dan memastikan kondisi pasien yang masih dirawat di Rumah Sakit Pratama.
Menurut politisi Demokrat ini, sebagian besar pasien yang semula mendapat perawatan telah dipulangkan.
“Tadi ada empat yang masih dirawat, syukurlah sekarang sudah sembuh semuanya,” ungkap Ruman Tumbo usai kunjungan, Kamis (2/10/2025).
Ia menegaskan bahwa kasus keracunan ini harus menjadi perhatian serius, sebab bukan hanya anak sekolah yang terdampak, tetapi juga balita dan ibu hamil. Dari informasi yang diterima, makanan bergizi gratis tidak hanya diberikan di sekolah, tetapi juga di Puskesmas.
“Awalnya saya sempat kaget, kenapa ada balita yang ikut keracunan MBG. Ternyata memang di Puskesmas juga ada pembagian, bahkan ibu hamil juga dapat. Karena asal makanannya sama, ya sakitnya pun sama-sama,” jelasnya.
Ruman menilai ada sejumlah faktor yang perlu dievaluasi, mulai dari pengawasan distribusi hingga jarak antara dapur pengolahan dan lokasi konsumsi.
“Banyak hal yang harus dikaji. Apakah karena terlalu banyak yang dilayani, atau karena jarak dapur dengan tempat makan terlalu jauh, sehingga ada potensi kontaminasi,” tegasnya.
Ketua Ikatan Ketua Toraja Kaltara ini juga menerangkan akan membawa hasil kunjungannya ke DPRD Provinsi Kalimantan Utara untuk dibahas lebih lanjut.
“Nanti akan kita evaluasi di DPRD. Kita ingin tahu penyebab pastinya, agar bisa diberi masukan yang tepat, supaya kejadian seperti ini tidak terulang lagi,” tutup Ruman Tumbo. (*)




