
NUNUKAN, Pembawakabar.com — Transparansi pelayanan air bersih di Sebatik kembali dipertanyakan. Hingga kini, Direktur PDAM Tirta Taka Kabupaten Nunukan, Apriansyah, belum juga memberikan penjelasan resmi terkait persoalan distribusi air yang dikeluhkan masyarakat.
Upaya konfirmasi dari awak media pun terkesan menemui jalan buntu. Setiap kali hendak ditemui, yang bersangkutan disebut sedang mengikuti rapat. Kondisi ini menimbulkan kesan adanya upaya menghindari pertanggungjawaban di tengah polemik yang terus bergulir.
Seorang petugas PDAM, Dwi, yang ditemui pada Jumat (10/4), menyampaikan bahwa pimpinan belum dapat ditemui karena tengah menghadiri rapat internal.
“Pimpinan sedang rapat dengan Ombudsman dan kepala bagian. Saya juga belum bisa masuk untuk menyampaikan,” ujarnya.
Dwi menambahkan, pihaknya masih berupaya melakukan koordinasi agar ada perwakilan, baik dari bagian administrasi maupun teknis, yang bisa memberikan keterangan kepada media.
“Kalau nanti ada izin dari direktur untuk bagian teknis memberikan penjelasan, akan saya kabari,” katanya.
Namun, alasan serupa bukan kali pertama disampaikan. Dalam beberapa kesempatan sebelumnya, direktur PDAM juga disebut tengah rapat saat hendak dikonfirmasi. Situasi ini memunculkan pertanyaan publik: apakah ini sekadar kebetulan, atau justru bentuk keengganan menghadapi sorotan media?
Di tengah meningkatnya keluhan warga terkait layanan air bersih, sikap tertutup dari pimpinan PDAM justru berpotensi memperkeruh kepercayaan publik. Padahal, keterbukaan informasi menjadi kunci utama dalam meredam keresahan masyarakat sekaligus memastikan akuntabilitas pelayanan publik tetap terjaga.(*)



