
NUNUKAN, Pembawakabar.com – Anggota DPRD Kabupaten Nunukan, Hamsing, menyampaikan keprihatinan mendalam atas kabar dugaan penyekapan dan pemerkosaan yang menimpa seorang mahasiswi. Ia menilai kasus tersebut telah mencoreng dunia pendidikan dan menimbulkan keresahan besar di tengah masyarakat.
Saat dihubungi melalui sambungan telepon, Jumat (15/5/2026), Hamsing yang merupakan anggota Komisi I DPRD Nunukan bidang pendidikan mengutuk keras tindakan pelaku dan meminta aparat penegak hukum segera bertindak cepat mengusut kasus tersebut.
“Saya selaku anggota DPRD Kabupaten Nunukan Komisi I yang membidangi pendidikan sangat prihatin dengan adanya kabar yang tidak baik bagi dunia pendidikan kita. Ananda kita, mahasiswa yang sempat terjadi penyekapan dan pemerkosaan. Kami mengutuk keras pelakunya dan tidak ada ruang untuk itu,” tegas Hamsing.
Ia mendesak pihak kepolisian untuk segera menemukan pelaku dan memberikan hukuman seberat-beratnya sesuai hukum yang berlaku.
Menurutnya, tindakan tersebut bukan lagi kekerasan biasa, melainkan sudah mengarah pada tindakan terstruktur yang mengancam rasa aman masyarakat.
“Ini sudah bukan tindakan kekerasan biasa, tetapi seperti tindakan-tindakan terstruktur, gangster yang akan selalu menghantui masyarakat kita. Oleh karena itu saya berharap pihak kepolisian segera menemukan pelakunya dan memberikan hukuman yang seberat-beratnya,” ujarnya.
Hamsing juga menyoroti dampak psikologis yang ditimbulkan terhadap para orang tua di Nunukan yang anak-anaknya sedang menempuh pendidikan di luar daerah seperti Makassar, Jakarta, Bandung, Surabaya, Yogyakarta, hingga kota-kota lainnya.
Menurutnya, kasus tersebut akan membuat para orang tua merasa khawatir terhadap keselamatan anak-anak mereka yang sedang menuntut ilmu jauh dari keluarga.
“Ini pasti sangat mengkhawatirkan kita semua, apalagi di Kabupaten Nunukan banyak generasi penerus bangsa yang menuntut ilmu di berbagai daerah. Ini menjadi pelajaran yang sangat pedih dan kita berharap tidak terulang untuk kedua kalinya,” katanya.
Selain meminta aparat penegak hukum bertindak tegas, Hamsing juga berharap Pemerintah Kabupaten Nunukan turut mengambil peran dalam memberikan perlindungan dan perhatian terhadap mahasiswa maupun pelajar asal Nunukan yang berada di luar daerah.
Ia menilai penting adanya pengawasan dan komunikasi yang baik antara orang tua dan anak agar berbagai persoalan dapat diantisipasi sejak dini.
“Kami juga berharap kepada semua orang tua untuk mengontrol aktivitas anaknya yang melakukan pendidikan di luar Kabupaten Nunukan. Selalu berkomunikasi dan membangun hubungan yang baik dengan anaknya, sehingga meskipun jarak jauh tetap bisa mengetahui kondisi anak dan mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan,” tuturnya.
Di akhir pernyataannya, Hamsing berharap kasus tersebut menjadi cambuk bagi semua pihak agar lebih serius menjaga keamanan dan keselamatan generasi muda, khususnya di lingkungan pendidikan.
“Ini pilu yang sangat pedih untuk dunia pendidikan kita.
Semoga ini menjadi kejadian terakhir dan tidak terulang lagi, baik di Nunukan maupun di seluruh Indonesia,” pungkasnya.(Zha/*)



