Belasan ABG Diamankan Polsek Tarakan Gegara Tawuran

Print Friendly, PDF & Email

TARAKAN – Belasan anak baru gede (ABG) di Tarakan, Kalimantan Utara (Kaltara) terpaksa diamankan ke Polsek Tarakan Barat. Pasalnya, para ABG yang masih berstatus pelajar ini terlibat aksi perkelahian, Minggu (10/10/2021) sekitar pukul 01.00 dini hari.

Penyebabnya sepele, sebelum terjadinya perkelahian, anak-anak yang diamankan ini saling ejek di media sosial (medsos). Parahnya lagi, terdapat salah seorang anak kedapatan membawa senjata tajam (sajam) jenis badik.

Bacaan Lainnya

Kapolsek Tarakan Barat, Iptu Angestri Budi Reswanto menerangkan, belasan anak ini diamankan setelah Polsek Tarakan Barat menerima laporan, bahwasanya terjadi perkelahian di kawasan Hutan Mangrove, Jalan Gajah Mada, Kecamatan Tarakan Barat.

“Setelah menerima laporan itu anggota langsung bergerak, benar saja setelah anggota sampai di sana (kawasan Hutan Mangrove) ada belasan anak melakukan perkelahian,” terang Iptu Angestri, Selasa (12/10/2021).

Tanpa pikir panjang, Iptu Angestri menjelaskan, angota yang melihat aksi itu langsung mencoba mengamankan anak-anak tersebut. Bahkan, ada yang sempat berupaya melarikan diri setelah melihat kedatangan petugas.

“Tapi tetap berhasil kita amankan, total ada 13 anak yang kita amankan karena terlibat aksi perkelahian itu,” jelas perwira balok dua itu.

Sebelum digiring ke Kantor Polsek Tarakan Barat guna dimintai keterangan, Iptu Angestri mengungkapkan, anggota di lapangan sempat melakukan penggeledahan terhadap belasan anak yang diamankan ini.

“Kita geledah dulu sebelum digiring ke Polsek, dari hasil penggeledahan itu salah satu orang kedapatan membawa badik,” ungkapnya.

Saat dimintai keterangan di Polsek Tarakan Barat, Iptu Angestri menuturkan, perkelahian ini dipicu hanya karena saling ejek di medsos. Setelah saling ejek, kedua kubu akhirnya janjian ketemu di tempat kejadian perkara (TKP).

Baca Juga Dong:  Peluang Kaltara Terbuka Luas, Pemprov Ajak Investor Lirik Bidang Kesehatan dan Pendidikan Bertaraf Internasional

“Jadi mereka janjian untuk menyelesaikan masalah, bukannya menyelesaikan masalah dengan baik 13 anak ini justru terlibat perkelahian dan pengeroyokan,” tuturnya.

“Dalam aksi tawuran itu sembilan melawan empat orang, yang empat orang ini dikeroyok oleh kubu yang berjumlah sembilan orang,” tambah mantan KBO Sat Resnarkoba Polres Tarakan.

Untuk menyelesaikan permasalahan ini, Iptu Angestri menegaskan, Polsek Tarakan Barat telah memanggil semua orangtua yang anaknya terlibat perkelahian. Tujuannya, untuk dilakukan mediasi antara kedua kubu.

“Kita tidak lakukan penahanan, tapi kita mediasikan agar permasalahan ini tidak berlarut, meski begitu belasana anak ini kita buatkan surat pernyataan dan wajib lapor agar tidak mengulangi perbuatannya,” tegasnya.

Dengan adanya kejadian ini, Iptu Angestri menghimbau agar para orangtua dapat meningkatkan pengawasan terhadap anak-anaknya khususnya pada malam hari. Agar, kedepannya hal serupa tidak terulang sehingga tidak merugikan diri sendiri dan orang lain.

“Saya juga ingatkan, kepada para orangtua untuk tidak memberikan atau mengizinkan anaknya yang masih di bawah umur dan tidak memiliki SIM membawa kendaraan bermotor,” himbaunya.(*)

Tinggalkan Balasan