Berbulan Tanpa Air, Warga Sebatik Dipaksa Beli Mahal, Pemerintah Ke Mana?

Hamsing, Anggota DPRD Nunukan Dapil Sebatik.

NUNUKAN, Pembawakabar.com – Krisis air bersih yang berlarut-larut di wilayah Sebatik memantik kemarahan publik. Anggota DPRD Kabupaten Nunukan, Hamsing, melontarkan kritik keras terhadap Perusda PDAM Tirta Taka yang dinilai pasif dan seolah tidak peduli terhadap penderitaan warga.

Menurut Hamsing, kondisi di lapangan sudah masuk tahap mengkhawatirkan. Ironisnya, di tengah kesulitan masyarakat mendapatkan air bersih, PDAM justru dianggap tidak menunjukkan langkah konkret.

Bacaan Lainnya

“Ini bukan lagi soal pelayanan buruk, tapi kegagalan total. Sudah berbulan-bulan air tidak mengalir, masyarakat dipaksa membeli air dengan harga mahal. Di mana peran pemerintah?” tegasnya, Kamis (9/4).

Ia menyebut, kekecewaan warga terhadap Pemerintah Kabupaten Nunukan kian memuncak. Harapan terhadap solusi nyata dinilai hanya sebatas janji tanpa realisasi.

“Pemerintah seperti menutup mata. Kami tidak menuntut muluk-muluk, cukup air bersih tersedia. Itu kebutuhan dasar. Tapi sampai hari ini, tidak ada kepastian,” ujarnya dengan nada geram.

Hamsing juga menyoroti lambannya penyelesaian persoalan lahan embung Lapri yang disebut menjadi salah satu akar masalah. Ia menilai pemerintah daerah tidak serius menuntaskan persoalan tersebut.

“Jangan hanya pandai bicara soal solusi. Kalau memang ada niat, selesaikan segera masalah lahan itu. Bertindak, bukan sekadar wacana,” sindirnya tajam.

Jika kondisi ini terus dibiarkan, krisis air bersih di Sebatik bukan sekadar persoalan teknis, melainkan bukti nyata lemahnya komitmen dan keberpihakan pemerintah terhadap kebutuhan dasar rakyat. Ketika warga harus merogoh kocek lebih dalam hanya untuk mendapatkan air, sementara pemerintah dan PDAM terkesan abai, maka yang dipertaruhkan bukan hanya pelayanan publik—tetapi juga kepercayaan masyarakat.(**)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *