Ditenggarai Cemburu, Thamrin Habisi Nyawa Anwar dengan Golok

Thamrin pelaku pembunuhan berencana dengan barang bukti golok.

NUNUKAN-Pelaku penikaman bernama Thamrin (45) yang menyebabkan tewasnya Anwar (52) petugas APMS Cahaya Makarno, menyerahkan diri ke Polres Nunukan. Motif pembunuhan tersebut ditengarai karena cemburu saat mengetahui istri siri nya bernama Ida melakukan hubungan gelap dengan korban.

Kapolres Nunukan AKBP Syaiful Anwar melalui Kasubag Humas Polres Nunukan AKP Muhammad Karyadi mengungkapkan, insiden penikaman yang dilakukan pelaku bermula dari hubungan delap yang dilakukan korban dengan istri sirinya Ida. Pelaku dan Ida menikah siri pada tahun 2017 dan berpisah tahun 2019.

Bacaan Lainnya

“Dari keterangan saksi, hubungan pernikahan sirinya dengan pelaku sudah berakhir, namun pelaku tidak menerima. Saat itu sering terjadi cekcok antar keduanya, sehingga pelaku mengetahui ada hubungan khusus antara Ida dan Anwar,” Jelas Karyadi.

Mengetahui adanya hubungan khusus antara Ida dan Anwar, Kamis (24/6) malam pelaku dengan emosi pelaku mendatangi rumah Ida dengan membawa minyak tanah, tali karung goni dan korek api. Pelaku membakar tali tersebut dan melempar ke dalam rumah Ida melalui celah pintu dapurnya.

“saat itu Ida tertidur, niat pelaku untuk membakar rumahnya Ida. Usai melempar api kedalam rumah Ida pelaku langsung pergi,” kata Karyadi.

Jumat pagi sekitar pukul 09.00 wita,  pelaku berniat membunuh korban karena telah merebut istri sirinya. Dengan niatnya itu, pelaku membeli sebilah golok di pasar Yamaker seharga Rp. 130.000 dan langsung bergegas ke tempat korban bekerja .

“Pelaku ke APMS Cahaya Markano dimana korban bekerja. Sekitar pukul 10.15 wita pelaku dengan tergesa-gesa memarkir sepeda motornya lalu mendatangi korban dengan golok yang dibelinya dan langsung membacok leher korban dari belakang yang saat itu korban dalam kondisi jongkong di samping dispenser Premium. Tidak hanya membacok leher korban, pelaku juga menusuk bagian perut dan punggung korban sehingga menyebabkan korban langsung terjatuh tidak berdaya,” Ungkap Karyadi.

Baca Juga Dong:  Rujab Gubernur dan Wagub Diprioritaskan Dibangun Tahun Depan

“Saat melihat korban sudah tak berdaya, Pelaku langsung membuang parangnya dan menyerahkan diri ke Polres Nunukan. Korban yang saat itu dibantu oleh rekan kerjanya Alex, Hamka dan Gafar untuk membawa korban ke Puskesmas Nunukan Selatan dan karena kritis sehingga dirujuk ke RSUD Nunukan, namun korban tidak dapat diselamatkan,” Tambah Karyadi.

Dikatakan Karyadi, berdasarkan hasil Visum et repertum (Ver) korban mengalami luka bacok di leher belakang, di kepala belakang, luka tusuk di perut depan dan di punggung belakang.

Adapun barang bukti yang diamankan, sebilah golok dengan gagang patah beserta sarungnya, 1 pasang seragam APMS warna merah dan sepeda motor matic berwarna hitam.

“Pelaku dikenakan Pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana jo Pasal 338 KUHP tentang Pembunuhan,” Pungkas Karyadi. (*)

Print Friendly, PDF & Email

Tinggalkan Balasan