DLH Nunukan Atur Pola Pengangkutan Sampah Dua Kali Seminggu, Warga Diminta Pisahkan Sampah Basah

NUNUKAN, Pembawakabar.com– Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Nunukan terus berupaya mengatur pola pengangkutan sampah di tengah keterbatasan armada dan kondisi wilayah yang cukup luas. Hal tersebut disampaikan Kepala Bidang Persampahan DLH Kabupaten Nunukan, Muh. Irfan Ahmad, saat menjelaskan pola pengangkutan sampah kepada masyarakat, Kamis (17/9/26).

Bacaan Lainnya

Muh. Irfan mengatakan, keterbatasan armada menjadi salah satu kendala dalam melakukan pengangkutan sampah secara rutin. Meski demikian, pihaknya berupaya mengatur jadwal agar pengangkutan tetap dapat dilakukan secara berkala.

“Armada kita terbatas, tapi bukan berarti tiga minggu tidak akan mengambil. Kami berusaha nanti mengatur bagaimana,” ujar Muh. Irfan.

Ia menjelaskan, untuk wilayah tertentu, pengangkutan sampah akan diupayakan dilakukan sebanyak dua kali dalam satu minggu. Misalnya pada hari Selasa dan Kamis.

“Kalau untuk wilayahnya, hari Selasa dan hari Kamis nanti. Dalam satu minggu, dua kali saya mengambil,” jelasnya.

Namun, Muh. Irfan mengingatkan masyarakat agar memperhatikan jenis sampah yang dibuang. Menurutnya, sampah basah sebaiknya tidak disimpan terlalu lama karena dapat menimbulkan bau.

“Polanya yang saya sampaikan tadi, jangan sampai yang basah ada. Karena baunya akan lama. Kalau dua hari mau ditaruh, kalau sudah begitu akan menimbulkan bau,” katanya.

Untuk mengatasi persoalan tempat pembuangan sementara, masyarakat juga dapat mengatur lokasi penampungan sampah di lingkungan masing-masing, baik dengan menyediakan tempat sampah di depan rumah maupun membuat tempat penampungan bersama yang disepakati warga.

“Dengan tempat sampahnya, silakan RT mencari tempat sampah atau menggantung di depan rumah. Atau mengumpulkan kayu-kayu yang bagus untuk dibuat tempat sampah, tapi tentukan tempatnya,” ujar Muh. Irfan.

Ia menilai penentuan lokasi tempat sampah harus dilakukan secara tepat karena penyediaan tempat penampungan sampah sering kali mendapat respons berbeda dari masyarakat.

“Karena tempat itu sangat susah. Biasanya kalau pertama warga bilang, silakan Pak bikin di depan rumah saya saja. Tidak apa-apa. Tapi setelah satu bulan, nah, betul ini Pak, sudah suka ini Pak, tidak bisa hilang,” ungkapnya.

Untuk itu, DLH Nunukan membuka ruang komunikasi dengan masyarakat maupun koordinator lapangan (korlap) guna mencari pola pengelolaan sampah yang dapat diterapkan sesuai kondisi di lapangan.

“Mereka bisa ambil nomor HP saya atau bicara dengan korlap. Nanti kita bicara dengan korlap, bagaimana cara kita mengaturnya,” katanya.

Muh. Irfan juga menyebut keberadaan fasilitas TPS3R dapat menjadi salah satu bagian dari solusi pengelolaan sampah di wilayah masyarakat.

Ia menegaskan bahwa pengelolaan sampah membutuhkan kerja sama antara pemerintah dan masyarakat, terutama dalam menentukan lokasi penampungan serta menjaga agar sampah tidak dibuang sembarangan.

Dalam kesempatan tersebut, persoalan akses dan jarak pengangkutan juga menjadi perhatian. Kondisi jalan dan jarak yang cukup jauh membuat pengangkutan menggunakan kendaraan harus diatur agar pelayanan tetap dapat berjalan.

“Kalau satu motor saja setengah mati. Motor nanti tiga kali jalan sudah,” ujarnya.

DLH Nunukan berharap masyarakat dapat membantu dengan memilah dan mengatur sampah dari rumah masing-masing, sehingga proses pengangkutan dapat berjalan lebih efektif dan lingkungan tetap bersih.(**/HZ)

 

 

Tinggalkan Balasan