Dua Jenis Retribusi Parkir di Terapkan UPT LLA Dishub Sebatik

Salah satu petugas UPT LLA Dishub Sebatik melakukan penarikan Retribusi parkir di tempat Parkir khusus.
Print Friendly, PDF & Email

NUNUKAN- Usai melaksanakan Survei dan Pendataan Kendaraan di Pulau Sebatik, UPT LLA Dishub Sebatik menerapkan Pungutan Retribusi Parkir.

Sebelum menerapkan Retribusi, UPT LLA Dishub Sebatik bersama Satpol PP sejak tahun 2020 telah melakukan soosialisasi kepada masyarakat terkait Retribusi Parkir.

Bacaan Lainnya

Kepala UPT LLA Sebatik Dinas Perhubungan, Zainal Abidinsyah, SE menyampaikan kepada bahwa Retribusi yang diterapkan ada dua jenis, Pertama Retribusi Parkir yang memiliki tempat khusus parkir dan Retribusi parkir di tepi jalan umum.

“Retribusi Parkir tempat khusus diterapkan di Pusat Kesehatan Masyarakat, eperti Rumah Sakit Pratama, PKM Sei Taiwan, PKM Stabu, PKM Sei Nyamuk, PKM Aji Kuning dan PKM Lapri. Kemudian
Retribusi Parkir di Tepi Jalan Umum diterapkan di Pasar-Pasar Tradisional, seperti Pasar Pancang, Pasar Kampung Baru dan Pasar Stabu,” Sebut Zainal, Jumat (12/2).

Baca Juga:  Rencana Wujudkan Smart City Smart Village, PT. Telkom Indonesia (Persero) Tbk. Wilayah Kaltara Silaturahmi bersama Bupati Nunukan

Lanjut dia untuk Dasar Hukum Penerapan Parkir di Pulau Sebatik ini kita berdasarkan pada Perda No 3 tahun 2016 Tentang Perubahan Perda atas Perda Kabupaten Nunukan No 18 tahun 2011 tentang Retribusi pelayanan parkir di tepi jalan umum.

Perda No 5 tahun 2018 Tentang Penyelenggaraan Parkir dan Perda 13 tahun 2018 tentang retribusi tempat khusus parkir. Perbub No 58 tahun 2018 tentang perubahan tarif pelayanan retribusi parkir di tepi jalan umum.

Untuk tarif parkir sendiri terbagi berdasarkan tipe kendaraan, dimana untuk sepeda motor Rp. 2.000, Taxi / Mopen Rp. 3.000, Bus / Bus mini sejenisnya Rp 5.000, Truck Rp. 5.000 dan Truck Gandeng / Sejenisnya Rp. 10.000.

Baca Juga:  PDAM Nunukan Berkomitmen Perbaiki Pipa di Drainase

“Pelaksanaan penerapan pungutan retribusi parkir rencananya akan di berlakukan di semua kecamatan di Pulau Sebatik. Baik pasar tempat hiburan yang lokasinya di tepi jalan umum dan tidak memiliki lokasi fasilitas parkir,” kata Zainal.

Sehubungan masih minimnya personil UPT LLA Sebatik Dinas Perhubungan, ada beberapa tempat dan titik lokasi yang belum dilaksanakan penerapan pungutan parkir, tambah Zainal.

Dia meyakini, dengan langkah penerapan penarikan Retribusi yang dilaksanakan di Pulau Sebatik, mampu menambah Pendapatan aset daerah kabupaten Nunukan.

“Kita pastikan ini turut membantu peningkatan PAD Nunukan,” Ujarnya.

Namun ada beberapa hal yang perlu diketahui masyarakat Sebatik dengan diterapkannya Retribusi parkir tersebut, Zainal Abidinsyah
mengimbau kepada masyarakat khususnya yang ingin membuka usaha di tepi jalan umum, agar menyiapkan lokasi fasilitas sarana parkir dan bagi pemilik kendaraan roda 4 dan truk juga wajib membuat lahan parkir sendiri.

Baca Juga:  Hasan Basri Akan Bentuk Relawan BERGERAK untuk Cegah Banjir

“Kita ingin tertib, jadi jangan mobil di parkir di badan jalan yang dapat menyebabkan kemacetan, mengganggu arus lalu lintas yang dapat membahayakan pengguna jalan lain. Karena Jalan merupakan fasilitas umum milik masyarakat umum bukan jalan perorangan atau pribadi, sama halnya pula bagi masyarakat yang membuka usaha di tepi jalan umum agar tidak membangun di atas bahu jalan maupun saluran air parit sebagai tempat usaha,” Ungkapnya. (*)

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.