Perjuangan Anggota DPRD Nunukan Bersama Masyarakat Pesisir Membuahkan Hasil

Hamsing, S. Pi Anggota DPRD Kabupaten Nunukan.

NUNUKAN-Akhirnya Perjuangan Anggota Dprd Nunukan Hamsing, S. Pi membuahkan hasil. Sejak duduk sebagai anggota Dprd Hamsing selalu mengawal dan meminta Pemerintah untuk memperhatikan Abrasi yang terjadi di Pesisir pantai Desa Tanjung Aru yang mengakibatkan puluhan rumah rusak dan jalan putus.

Hasil perjuangan itu kini terjawab dalam rapat yang di gelar di Kantor Desa Tanjung Aru Kecamatan Sebatik Timur antar Masyarakat dan Balai Pengawas Sungai Kalimantan V Tanjung Selor bersama Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Rabu (21/4).

Bacaan Lainnya

Ketua Komisi III ini menuturkan, kita bersyukur karena perjuangan kita selama ini terjawab, apa yang menjadi keluhan masyarakat sudah mendapatkan titik terang dalam rapat ini.

“Solusi yang di tunggu selama ini sudah kita dengarkan baik-baik dan di temukan dari akar permasalahan,” jelasnya.

Wakil Ketua Fraksi Hanura ini juga menyebutkan dengan hasil rapat yang di lakukan ada beberapa point yang kita sepakati bersama antara Balai Pengawas Sungai Kalimantan V Tanjung Selor bersama Masyarakat, Dinas PUPR, Pemerintah desa Tanjung Aru.

“Ada dua poin dalam kesepakatan ini yaitu, Bahwa pelaksanaan pembangunan breakwater di wilayah desa Tanjung Aru akan tetap dilanjutkan dimulai titik 0-200 Meter, kemudian pada poin selanjutnya bahwa untuk pintu atau jalur aktivitas masyarakat di laut dibuat dengan ukuran 30 Meter,” Sebutnya.

” Alhamdulillah pekerjaan pembangunan pemecah ombak di titik terparah mulai dikerjakan lagi, kami berharap apa yang telah menjadi keputusan dalam rapat ini betul-betul dilaksanakan pihak kontraktor, sehingga masyarakat tidak ada lagi mengeluh dan lakukan aksi di lokasi pekerjaan,” tambahnya.

Baca Juga Dong:  Gubernur Dukung Pencanangan Mara Satu Sebagai Desa Wisata

Inti dari hasil kesepakatan ini bernilai positif dan sangat memuaskan, semoga pembangunan ini cepat terlaksana dan tidak ada lagi Abrasi. kemudian hasil ini tentu kita sampaikan ke atas bahwa persoalan ini telah selesai dengan dua poin kesepatan bersama.

” Kita doakan cepat terlaksana, kita sebagai lembaga dan sebagai masyakarat akan terus memantau pekerjaan ini. Jika ada pekerjaan di luar kesepakatan tentu kita akan lakukan reaksi lagi,” tuturnya.

Terpisah, hasil perjuangan Hamsing mendapatkan apresiasi dari masyarakat yang telah berjuang bersama untuk mewujudkan pembangunan pemecah ombak di titik terparah di Desa Tanjung Aru.

” Selaku masyakarat yang ada di Pesisir pantai Desa Tanjung Aru sangat bersyukur karena pekerjaan ini kembali di mulai dari STA 0, titik terparah. Apa yang menjadi perjuangan kami selama ini di kembalikan sesuai harapan yang selama ini kami nantikan,” ujarnya.

Saharuddin menyebutkan, kembalinya pekerjaan di awal STA 0 hal ini berkat perjuangan Anggota Dprd Nunukan Hamsing.

” Kami sangat berterima kasih kepada Pak Hamsing selaku anggota Dprd yang membantu memperjuangkan dan mendampingi kami sehingga bertemu dengan tim Balai Pengawas Sungai Kalimantan V Tanjung Selor, sehingga menemukan titik terang. Kami berharap pekerjaan di lakukan sesuai kesepakatan yang ada, sehingga kami terhindar dari Abrasi,” pungkas Saharuddin. (OV/Dhin)

Tinggalkan Balasan