Persiapan Capai 80 Persen, Rumah Adat dan Lingkungan Binusan Mulai Dibenahi Jelang Kegiatan Budaya Tidung

NUNUKAN, Pembawakabar.com– Persiapan pelaksanaan kegiatan budaya masyarakat Tidung di Kabupaten Nunukan saat ini telah mencapai sekitar 80 persen. Sejumlah pembenahan dilakukan, mulai dari rumah adat hingga kebersihan lingkungan di wilayah Binusan.

Bacaan Lainnya

Hal tersebut disampjelasny H. Sura’i saat menjelaskan perkembangan persiapan kegiatan yang akan mempertemukan masyarakat Tidung dari berbagai wilayah di Kalimantan Utara serta negara serumpun.

“Terima kasih, Alhamdulillah saat ini kita sudah memasuki 80 persen daripada persiapan kita,” ujar H. Sura’i.

Menurutnya, pembenahan pertama dilakukan pada rumah adat. Selain itu, lingkungan sekitar juga telah mulai dibenahi, termasuk got, parit dan sejumlah fasilitas pendukung lainnya.

“Kemudian kita juga menganjurkan semua warga untuk melaksanakan pembersihan di lingkungan rumahnya masing-masing,” katanya.

Untuk memastikan kesiapan lokasi, panitia juga melakukan pengecatan di halaman rumah adat. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada sore hingga malam hari karena pada pagi hari masih digunakan anak-anak untuk latihan berbagai kesenian dan budaya tradisional.

“Nah, kebetulan untuk sore ini sampai malam kita melakukan pengecatan di halaman rumah adat. Kenapa kita ambil sore? Kalau pagi masih ada anak-anak yang latihan, yang Jepen, Kuntau, dan sebagainya,” jelasnya.

Ia menambahkan, pengecatan juga akan dilanjutkan pada bagian atas rumah adat yang kondisinya mulai memudar.

Selain pembenahan lokasi, panitia bersama kepala desa dan empat ketua RT juga telah melakukan pengecekan terhadap rumah masyarakat yang akan digunakan sebagai tempat penampungan tamu.

“Ada kepala desa dan empat ketua RT untuk mengecek rumah masyarakat sebanyak 58 rumah untuk penampungan ditambah fasilitas umum yang ada di Binusan,” ungkapnya.

H. Sura’i menjelaskan, rangkaian kegiatan dijadwalkan berlangsung mulai 8 hingga 13 Oktober. Para tamu secara umum dijadwalkan mulai berdatangan pada 8 Oktober.

Selanjutnya, pembukaan kegiatan akan dilaksanakan pada Jumat, 9 Oktober, mulai pukul 08.00 hingga 11.00 WITA. Pada sore harinya, kegiatan dilanjutkan dengan berbagai pertandingan, termasuk tarian dan olahraga tradisional.

“Insyaallah tamu kita secara di randomnya di jadwalnya itu tanggal 8 itu kedatangan, kemudian tanggal 9 kita akan melaksanakan pembukaan itu hari Jumat pagi jam 8 sampai jam 11,” ujarnya.

“Kemudian sore harinya kita langsung lanjut kegiatan pertandingan baik terkait tarian, olahraga tradisional dan akhirnya kita berakhir di malam tanggal 12. Jadi 8, 9, 10, 11, 12. Pagi harinya 13 maka akan pemulangan semua rombongan,” lanjutnya.

Namun, terdapat rombongan dari Malinau dan Lumbis yang dijadwalkan tiba lebih awal, yakni pada 7 Oktober. Kedatangan lebih awal tersebut dilakukan karena mereka perlu mengatur wilayah atau teritorial rombongan masing-masing.

“Malinau dan Lumbis, mereka hadir di tanggal 7, lebih mendahului dari jadwal yang ada. Di mana Malinau itu sendiri data masuk sama kami sekarang mungkin masih bisa bertambah 120 orang. Kemudian dari Lumbis ada 80 orang,” jelasnya.(*)

Tinggalkan Balasan