Sesak Napas Sebelum Meninggal, Pria 49 Tahun Ditemukan Tak Bernyawa di Eks Lokalisasi Nunukan

NUNUKAN, Pembawakabar.com– Seorang pria berinisial ABDUL (49), warga Jalan Bhayangkara RT 04, Kelurahan Nunukan Tengah, Kecamatan Nunukan, Kabupaten Nunukan, ditemukan meninggal dunia di bagian sudut luar Blok A kawasan eks Lokalisasi Harapan Sadar, Jalan Persemaian RT 15, Kelurahan Nunukan Tengah, Sabtu (26/9/2026) sekitar pukul 21.20 WITA.

Bacaan Lainnya

Korban diketahui bernama Abdul, lahir di Nunukan pada 31 Desember 1976. Korban berjenis kelamin laki-laki, beragama Islam dan bekerja sebagai wiraswasta.

Berdasarkan uraian kejadian, sekitar pukul 20.30 WITA, korban diketahui masuk ke kawasan eks Lokalisasi Harapan Sadar yang kini berganti nama menjadi Borneo Karaoke, seorang diri.

Sebelum ditemukan meninggal dunia, korban sempat masuk ke kamar seorang saksi yang berada di Blok F Kamar Nomor 15 dengan maksud melakukan hubungan badan.

Namun, saat berada di dalam kamar, saksi melihat kondisi korban sudah pucat dan mengalami sesak napas. Karena khawatir dengan kondisi korban, saksi kemudian membatalkan rencana tersebut dan meminta korban keluar dari kamar.

Korban selanjutnya terlihat berjalan meninggalkan kamar menuju arah belakang Blok F.

Korban kemudian diketahui berjalan melalui bagian belakang blok-blok yang terdapat di kawasan tersebut. Berdasarkan keterangan saksi dan posisi korban saat ditemukan, korban diduga masih berupaya mencari pekerja seks komersial (PSK) lainnya. Namun, kondisi fisiknya yang sudah pucat dan mengalami sesak napas menyebabkan tidak ada yang menerima korban.

Salah seorang saksi mengaku sempat melihat korban melintas di belakang Blok A. Saat itu, saksi sedang duduk-duduk di lorong Blok A bersama temannya.

Sekitar 15 menit kemudian, saksi berjalan ke arah belakang Blok A dan melihat korban sudah dalam posisi terbaring di sudut luar Blok A. Saat ditemukan, korban dalam kondisi mulut mengeluarkan busa dan sudah tidak bergerak.

Sekitar pukul 21.20 WITA, petugas keamanan memperoleh informasi adanya seorang laki-laki yang terbaring di bagian belakang Blok A dengan kondisi mulut mengeluarkan busa. Informasi tersebut kemudian dilaporkan kepada pihak Polsek Nunukan.

Petugas kemudian tiba di lokasi dan melakukan pengecekan terhadap korban. Dari hasil pengecekan, korban dipastikan sudah dalam keadaan meninggal dunia.

Kapolsek Nunukan selanjutnya menghubungi Unit Inafis Polres Nunukan. Proses olah tempat kejadian perkara (TKP) kemudian dilakukan oleh personel Reskrim Polres Nunukan bersama personel Polsek Nunukan.

Dari hasil olah TKP awal, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan maupun kekerasan fisik pada tubuh korban.

Berdasarkan pemeriksaan luar jenazah yang dilakukan dokter RSUD Nunukan, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.

Dalam pemeriksaan tersebut ditemukan lidah korban tergigit dan mengeluarkan darah. Kaku mayat sudah terdapat, namun belum terjadi secara keseluruhan.

Selain itu, lebam mayat pada bagian punggung belum menetap. Dari hidung korban juga ditemukan cairan berwarna putih, sedangkan dari mulut mengeluarkan cairan putih berbusa.

Pihak keluarga korban juga memberikan informasi bahwa korban memiliki riwayat penyakit jantung. Korban diketahui beberapa kali menjalani pengobatan di RSUD Nunukan akibat penyakit tersebut.

Sementara itu, pihak keluarga korban menyatakan tidak menghendaki dilakukan pemeriksaan visum dalam atau autopsi terhadap jenazah.

Dalam pemeriksaan barang yang melekat pada korban, petugas menemukan uang tunai sebesar Rp950.000 yang berada di kantong celana korban.

Selain itu, ditemukan beberapa jenis obat yang diduga merupakan obat penahan nyeri atau pereda rasa sakit yang ditemukan dari rumah korban.

Seluruh barang tersebut kemudian diamankan dan diserahkan kepada personel Reskrim Polsek Nunukan untuk kepentingan pemeriksaan lebih lanjut.

Hingga saat ini, penanganan terhadap peristiwa tersebut dilakukan oleh pihak kepolisian guna memastikan rangkaian kejadian serta penyebab meninggalnya korban berdasarkan hasil pemeriksaan dan informasi yang diperoleh di lapangan.(*)

Tinggalkan Balasan