Sosialisasi Perda, Hj. Nikmah Berharap Masyarakat Memahami Perlindungan Perempuan dan Anak

Print Friendly, PDF & Email

NUNUKAN-Anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPRD) Kabupaten Nunukan dari Fraksi Hanura, Hj. Nikmah melaksanakan sosialisasi Peraturan Daerah (Perda) Nomor 17 tahun 2015 tentang Penyelenggaraan Perlindungan Perempuan dan Anak, Rabu (30/11).

Hj. Nikmah yang merupakan wakil rakyat dari daerah pemilihan (Dapil) II Sebatik tersebut mengelar sosialisasinya kepada masyarakat dan Mahasiswa KKN STIT Ibnu Khaldun Nunukan. turut hadir Camat Sebatik Tengah, Para Kepala Sekolah dan Guru serta Babinsa dan Bhabinkamtibmas.

Bacaan Lainnya

Sosialisasi Perda digelar di aula kantor Kecamatan Sebatik Tengah, yang juga dihadiri langsung Kepala Dinas Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DSP3A).

“Sosialisasi mengenai Perda Perlindungan Perempuan dan Anak ini penting, karena marak kita dengar kejadian-kejadian yang sangat meresahkan di masyarakat kita,” ujar H. Nikmah.

Baca Juga:  Curi Handphone, Pria ini Diringkus Polisi Saat Bekerja

Dia mengatakan memilih di wilayah Sebatik Tengah dikarenakan Sebatik Tengah merupakan desa Ramah Peduli Anak, selain itu di wilayah tersebut juga merupakan target Mahasiswa STIT Ibnu Khaldun melakukan KKN.

“Jadi saya memberikan pemahaman kepada Masyarakat mengenai Perda perlindungan perempuan dan anak dikarenakan di Kabupaten Nunukan tingkat perceraian sangat tinggi, dan hal itu terjadi dikarenakan adanya tiga faktor yaitu ekonomi, pernikahan dini atau di bawah umur, dan perselingkuhan,” jelas Hj. Nikmah.

Menurut Nikmah, adanya perceraian sangat berdampak ke anak-anak, sehingga masyarakat harus paham mengenai perda perlindungan perempuan dan anak.

“Akibat perceraian itu sangat berimbas ke anak-anak yang selama ini merasakan kasih sayang orang tua, perhatian penuh, setelah terjadi perceraian anak ini kehilangan itu semua. Makanya kita tekankan perda ini,” terangnya.

“Perda ini perlu disampaikan agar orang tua khususnya perempuan dan anak tahu bersikap dan bertindak jika mengalami kekerasan dan pelecehan, diantaranya mau melapor kemana dia jika menemukan ada permasalahan. Kita juga memberikan saran kepada masyarakat yang takut anaknya dititipkan kepada keluarga atau tetangga agar bisa dibawa ke tempat kerja atau ke Pesantren,”tambahnya.

Baca Juga:  Hamsing Soroti Kapal Asing di Sebatik, Minta Instansi Terkait Lakukan Pengawasan Ketat

Menurutnya, ada sejumbah sikap dan bentuk tindak kekerasan diantaranya, fisik, psikis, KDRT hungga seksual yang dialami kaum perempuan dan anak.

Padahal disebutkan dalam undang-undang dasar 1945 telah mengamanatkan bahwa setiap perempuan dan anak berhak atas kelangsungan hidup, tumbuh dan berkembang secara wajar, serta berhak atas perlindungan dari kekerasan dan diskriminasi.

“Makanya melalui Perda Nomor 17 tahun 2015 ini mampu memberikan pemahaman penyelenggaraan perlindungan perempuan dan anak. Dan kehadiran perda ini harus dipahani oleh ibu-ibu sebagai kaum perempuan karena bersentuhan langsung dengan keseharian perempuan, termasuk dalam memberikan perlindungan terhadap anak yang dijaganya,” kata Nikmah.

Baca Juga:  MD KAHMI dan Forwati Kabupaten Nunukan Dilantik, Begini Harapan Bupati Laura

Hj. Nikmah juga memberikan saran ke masyarakat, untuk menyisihkan waktu kepada anak-anaknya untuk menemani dalam bermain, atau mengambil raport di sekolah atau rekreasi di waktu libur.

“Harus ada perhatian kepada anak meskipun sedikit, sehingga si anak juga pikirannya tidak kemana-mana dan merasa disayang. Karena pola mendidik kita jaman dulu dan jaman sekarang sangat berbeda,” ujarnya.

Ketua Fraksi Hanura ini berharap, tindakan-tindakan kekerasan dan pelecehan tidak terjadi lagi, baik kekerasan dalam rumah tangga, perceraian dan pelecehan seksual berkurang.

“Semoga Masyarakat paham mengenai perda ini, khususnya generasi kita yang masih bersekolah merasakan aman dan nyaman,” pungkasnya.

Pada Sosper tersebut, Hj. Nikmah juga turut memberikan bantuan melalui mahasiswa KKN STIT Ibnu Khaldun untuk diserahkan kepada anak-anak pengajian di TK-TPA Baburrahman Sebatik.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *