NUNUKAN, Pembawakabar.com – Masyarakat Sebatik terjebak dalam penderitaan tanpa akhir! Krisis air bersih yang melanda sudah berlangsung lama, akibat pembayaran pembebasan lahan warga kawasan Embung Lapri yang tertunda hingga tiga tahun lamanya – tidak ada satu pun kepastian dari pemerintah terkait (PDAM) Kabupaten Nunukan kapan masalah ini akan diselesaikan.
Anggota DPRD Kabupaten Nunukan Daerah Pemilihan (Dapil) Sebatik, Hamsing, S.Pi, menegaskan bahwa hingga saat ini belum ada kepastian apapun terkait kapan pembayaran akan dilaksanakan Pemerintah (PDAM) kepada masyarakat yang lahannya dijadikan embung Lapri.
“Kami sudah tiga tahun berturut-turut mendukung dan upayakan penganggarannya, namun sampai detik ini tidak ada realisasi pembayaran sama sekali,” ujar Hamsing, Minggu (22/3).
Hamsing menerangkan, keterlambatan ini berdampak langsung pada kondisi masyarakat. Embung Lapri tak dapat difungsikan, yang menyebabkan krisis air bersih melanda seluruh wilayah Sebatik. PDAM juga tidak dapat menjalankan fungsinya untuk mengalirkan air, karena aliran utama tidak dapat dioperasionalkan.
“Masalah ini tidak hanya menyangkut warga Sebatik, tetapi juga masyarakat di sekitar Embung Lapri yang lahannya belum mendapatkan penyelesaian. Ini adalah persoalan yang sangat mendesak. Masyarakat butuh kepastian dan titik terang dari pemerintah agar PDAM bisa kembali mengalirkan air bersih ke Masyarakat Sebatik, ini telah menderita selama berbulan-bulan tanpa akses air bersih yang layak,” tegasnya.
Hamsing meminta pemerintah segera memberikan kejelasan terkait realisasi pembayaran pembebasan lahan Embung Lapri.
“Jangan sampai terus terkatung-katung. Segera berikan informasi agar warga tidak perlu lagi memblokade aliran air melalui PDAM,”pungkasnya. (*)



