Tampilkan Beragam Kesenian dan Olahraga Tradisional, Panitia IRAW Gandeng KORMI

Print Friendly, PDF & Email

NUNUKAN, Pembawakabar.com-Pelaksanaan Festival Iraw Tidung Borneo Bersatu ke-2 yang akan digelar pada 25-30 November 2021, di rumah adat Tidung dipastikan lebih meriah dengan berbagai kekayaan budaya dan atraksi kesenian dari Etnis suku Tidung.

Ketua Panitia Iraw Tidung Borneo Bersatu ke-2 H. Sura’i mengatakan, Kegiatan Iraw Tidung Borneo Bersatu ke II ini akan dilaksanakan pada 25-30 November 2021, di Rumah Adat Tidung. pada kegiatan ini akan dihadiri 4 Negara serumpun yaitu Indonesia, Malaysia, Filipina dan Brunei Darussalam.

Bacaan Lainnya

Selain itu, pada festival Iraw Tidung Borneo Bersatu ke II yang dilangsungkan selama 6 hari ini,  juga mengundang rumpun adat tidung  dari Kalimantan Timur yaitu, Kutai Kartanegara, Berau, Penajam Pasir Utara. Begitu juga Kalimantan Utara dari Tarakan, Bulungan, Malinau, KTT dan Nunukan.

“Pada kegiatan ini ada 80 Desa dengan jumlah peserta 1.800 orang yang hadir. Masyarakat Desa Binusan juga saat ini telah mempersiapkan 57 unit rumah yang nantinya sebagai tempat untuk menginap para tamu yang hadir dari beberapa wilayah. Alasannya tamu tidak disiapkan hotel dikarenakan kita ingin menjalin silahturahmi dari 4 negara ini yang merupakan suku asli sehingga terjalin kekeluargaan dan kebersamaan,” katanya.

Festival Iraw Tidung Borneo Bersatu ke-2 nantinya akan diisi beragam kesenian dan kebudayaan, jika sebelumnya hanya menampilkan 12 kesenian, untuk tahun ini  akan dilaksanakan dengan 15 kesenian, diantaranya Mandi Safar dan tolak bala, Pengantin tidung yang dilakukan dengan 6 proses mulai dari melamar, penghantaran jujuran, berpupur atau berjepen menghilangkan sengkala dari pengantin, bebantang atau hari pernikahan, lalu angkayau atau mempelai perempuan berkunjung kerumah orang tua laki-laki dan syukuran atau selamatan besar yang dilaksanakan.

Baca Juga Dong:  Ibrahim Rusli Turut Ramaikan HUT ke 9 Kaltara dengan Lari 5 km dan Berenang 3,8 km

“Untuk festival ini nantinya akan dilaksanakan dengan pengantin yang benar-benar menikah pada saat pelaksanaan iraw nanti. Kemudian kegiatan tambahan lainnya adalah ngapti burung serindit, Serindit ini merupakan ciri khas burung suku tidung,” ujarnya.

Untuk memenuhi syarat agar festival Iraw Tidung Borneo Bersatu ini menjadi agenda nasional dari Kementerian Pariwisata, Sura’i menjelaskan pihaknya telah berjuang dengan mendatangkan 4 negara serumpun  ini agar terus terlihat dimata dunia.

Dia menambahkan, dalam festival Iraw Tidung Borneo Bersatu ke-2 nantinya akan melibatkan Komite Olahraga Rekreasi Masyarakat Indonesia (KORMI), menginggat ada 11 olahraga tradisional yang ditampilkan dalam kegiatan ini yaitu Gasing, Logu, Batu Lili, Sampok, Bitor, Layang-layang (Wow), Enggrang atau Begagang, Menyumpit atau Ngaput, Gala asin atau bebegala,Bejambi dan Bebintik.

“kami akan gandeng KORMI, karena Kormi bertugas menghidupkan olahraga rekreasi  dan kita sudah berkordinasi dengan ketua Kormi untuk terlibat dalam agenda ini dan ini juga merupakan langkah perdana Kormi untuk bekerja,” tuturnya.

Sementara dalam pelaksanaan Iraw Tidung Borneo Bersatu ke-2 selama PPKM level 2, Sura’i menuturkan, jika seandainya kondisi memburuk, kegiatan ini akan dilaksanakan secara virtual, sehingga 3 negara lainnya bisa mengikuti kegiatan ini. Tetapi jika mendapatkan izin dari tim gugus kaltara dan Nunukan, maka kegiatan akan dilaksanakan dengan tatap muka. (*)

Tinggalkan Balasan