Bupati Malinau Hadiri Muscab III PDL Tana Tidung, Ajak Perkuat Persatuan dan Lestarikan Budaya

Tana Tidung, Pembawakabar.com – Bupati Malinau, Wempi W. Mawa, S.E., M.H., yang juga menjabat sebagai Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Persekutuan Dayak Lundayeh (PDL) Kalimantan Utara, menghadiri sekaligus memberikan sambutan pada Musyawarah Cabang (Muscab) III Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Persekutuan Dayak Lundayeh Kabupaten Tana Tidung Tahun 2026. Kegiatan tersebut digelar di Desa Sapari, Kabupaten Tana Tidung, Sabtu (18/7/2026).

Bacaan Lainnya

Muscab III DPC PDL Tana Tidung dihadiri Wakil Bupati Tana Tidung, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), pimpinan dan anggota DPRD, Sekretaris Daerah, jajaran perangkat daerah, Dewan Adat Dayak Kalimantan Utara, pengurus PDL tingkat provinsi dan kabupaten, tokoh adat, tokoh masyarakat, organisasi kemasyarakatan, serta masyarakat Dayak Lundayeh dari berbagai wilayah.

Dalam sambutannya, Wempi menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Tana Tidung dan seluruh masyarakat yang telah memberikan ruang kebersamaan serta kesempatan bagi masyarakat Dayak Lundayeh untuk berkontribusi dalam pembangunan daerah.

Ia mengatakan, keberadaan masyarakat Dayak Lundayeh di Kabupaten Tana Tidung merupakan bagian dari sejarah panjang yang telah terjalin jauh sebelum Kabupaten Tana Tidung berdiri sebagai daerah otonom. Karena itu, nilai-nilai persaudaraan, kebersamaan, dan saling menghormati harus terus dijaga sebagai fondasi dalam membangun daerah.

Menurut Wempi, Persekutuan Dayak Lundayeh harus menjadi organisasi yang mampu merangkul seluruh anggotanya, menjadi wadah aspirasi masyarakat, sekaligus mitra strategis pemerintah dalam mendukung pembangunan, pelestarian budaya, pemberdayaan masyarakat, hingga penguatan nilai-nilai kebersamaan.

“Persekutuan Dayak Lundayeh bukan untuk menjadi pesaing organisasi lain, tetapi menjadi wadah yang menghimpun aspirasi, harapan, serta semangat masyarakat Dayak Lundayeh agar dapat bersama-sama mengambil bagian dalam pembangunan Kabupaten Tana Tidung,” ujarnya.

Selain itu, Wempi mengajak seluruh masyarakat Dayak Lundayeh untuk terus menjaga persatuan dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia, khususnya generasi muda, melalui pendidikan dan pelestarian budaya. Menurutnya, budaya merupakan identitas yang harus dijaga dan diwariskan oleh masyarakatnya sendiri.

Ia berharap kepengurusan baru yang terbentuk melalui Muscab III mampu menjalankan roda organisasi secara solid, menjaga persatuan, serta terus bersinergi dengan pemerintah dan seluruh elemen masyarakat demi kemajuan bersama.

Mengakhiri sambutannya, Wempi mengajak seluruh masyarakat Dayak Lundayeh untuk terus memperkuat semangat gotong royong dan kebersamaan dalam mendukung pembangunan Kabupaten Tana Tidung agar semakin maju, harmonis, dan sejahtera. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *