Mahasiswa KKN UBT dan UGM Gelar Festival Pantai di Sebatik

Print Friendly, PDF & Email

SEBATIK-Mahasiswa Universitas Gadjah Mada dan Universitas Borneo Tarakan yang melakukan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Desa Tanjung Harapan dan Tanjung Aru, Kecamatan Sebatik Timur mengelar lomba mencari kerang dara (Tudai).

Lomba mencari kerang dara (Tudai) antar desa ini perdana dilaksajaoan di Sebatik Timur.

Ketua kelompok Fakultas UBT, Fathun mengatakan, kami yang melakukan KKN di Sebatik selama 50 hari bersama teman-teman dari UGM Yogyakarta bekerja sama melakukan kegiatan sesuai dengan jurusan kemudian dengan kegiatan terobosan besar kami yaitu festival Pantai yang akan dilaksanakan selama tiga hari.

Baca Juga:  Tinjau SAE Lapas Nunukan, Kadivpas Kaltimtara Apresiasi Program Lapas Kelas IIB Nunukan

Untuk hari ini kita melakukan lomba cari tudai atau kerang dara, nanti juga kita melaksanakan beberapa perlombaan lainnya diantaranya, Volly Ball Pantai, UMKM.

“Lomba UMKM nanti menjadi lomba penutup kita,” ujar Fathun

Dia menyebutkan setiap peserta perwakilan desa masing masing di wajibkan 10 orang. Kita juga membuatkan lomba khusus desa Tanjung Harapan karena ini bagian dari festival sebagai penutup, selama ber KKN di Sebatik Timur ini.

Baca Juga:  Wabup Hanafiah Serahkan Sertifikat Lahan Pekarangan SP 5 Sebakis

” Adapun pemenang lomba pencari tudai juara pertama dimenangkan Desa Sungai Nyamuk dengan 48 Kilogram Tudai, juara kedua Desa Tanjung Harapan 24,2 kilogram, dan untuk juara ketiga diraih Desa Bukit Aru Indah dengan 10 kilogram tudai,”sebutnya.

” Saya rasa perlu membangkitkan budaya-budaya yang berbau gotong royong makanya kami mahasiswa mengadakan kegiatan ini dengan harapan keharmonisan gotong royong masyarakat bisa dibangkitkan kembali,” tambahnya.

Baca Juga:  Kejurnas Road Race Hadirkan Doni Tata

Fahtun berharap ke depannya dengan adanya kegiatan yang dilaksanakan, masyarakat bisa melestarikan budaya gotong royong dan kebersamaan dalam kegiatan sehari-hari.

Terpisah, Salah satu peserta lomba mencari tudai dari Sungai Nyamuk, Anti menuturkan merasa senang dengan adanya kegiatan tersebut karena bisa menyatukan bersilaturahmi dan membawa rejeki tidak ada hanya tudai dijadikan perlombaan.

“hasil dari perlombaan yang kami dapatkan dibawah pulang untuk dimasak makan bersama keluarga kami, apa lagi hadiah juga bisa didapatkan,” tuturnya.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.