Meski Lomba Agustusan Ditiadakan, Warga Desa Binusan Tetap Semarakkan HUT ke-81 RI

H. Abdul Hamid ketua RT. 01 Desa Binusan.

NUNUKAN, Pembawakabar.com – Semangat warga Desa Binusan, Kecamatan Nunukan, dalam menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia tetap terasa meski berbagai perlombaan Agustusan tahun ini ditiadakan.

Warga di RT 01, RT 02, dan RT 03 justru menunjukkan kekompakan dengan menghias lingkungan masing-masing. Bendera Merah Putih dan umbul-umbul dipasang di sepanjang jalan, sementara pagar bambu dicat merah putih untuk memperkuat nuansa perayaan kemerdekaan.

Bacaan Lainnya

Inisiatif tersebut berawal dari usulan Koordinator Lembaga Adat Tidung, H. Sura’i, yang juga menjabat Kepala Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata (Disbudporapar) Kabupaten Nunukan.

Ketua RT 01 Desa Binusan, Abdul Hamid, mengatakan pemasangan umbul-umbul dan pembuatan pagar bambu berwarna merah putih merupakan tindak lanjut dari usulan tersebut.

“Ini merupakan usulan dari Koordinator Lembaga Adat Tidung, H. Sura’i. Beliau meminta kami memasang umbul-umbul dan membuat pagar dari bambu yang dicat merah putih,” kata Abdul Hamid.

Menurutnya, meski tidak ada perlombaan seperti tahun-tahun sebelumnya, semangat masyarakat dalam menyambut kemerdekaan tidak surut. Warga tetap bergotong royong memperindah lingkungan sebagai bentuk partisipasi dalam memperingati HUT ke-81 RI.

Antusiasme tersebut juga terlihat dari keterlibatan warga dalam berbagai kegiatan kemasyarakatan yang melibatkan sejumlah RT, antara lain RT 01, RT 02, RT 03, dan RT 14.

Abdul Hamid menilai, kegiatan bersama menjadi ruang penting untuk mempererat hubungan antarwarga sekaligus menjaga semangat gotong royong di tengah masyarakat.

“Ya, ada semangat. Kelihatannya pembinaan ini cukup meriah,” ujarnya.

Ia mengatakan, tingginya partisipasi masyarakat menunjukkan bahwa warga Binusan memiliki kemauan untuk terus terlibat dalam kegiatan yang bersifat positif dan membangun. Karena itu, kegiatan pembinaan dan kemasyarakatan diharapkan tidak berhenti pada momentum tertentu, tetapi dapat dilaksanakan secara berkelanjutan.

Abdul Hamid juga berharap pemerintah pusat dan daerah memberikan perhatian yang lebih besar terhadap kegiatan masyarakat di Desa Binusan. Menurutnya, dukungan pemerintah diperlukan untuk menjaga keberlangsungan kegiatan sekaligus memberikan ruang yang lebih luas bagi masyarakat dalam mengembangkan berbagai potensi di lingkungannya.

“Mudah-mudahan di tahun yang akan datang ada perhatian pemerintah terhadap kami, masyarakat Desa Binusan,” harapnya.

Ia menambahkan, perhatian pemerintah tidak selalu harus diwujudkan dalam bentuk dukungan materi. Kehadiran dan apresiasi terhadap inisiatif masyarakat juga dinilai penting sebagai dorongan agar warga semakin aktif membangun kebersamaan.

Abdul Hamid berharap sinergi antara pemerintah dan masyarakat dapat terus diperkuat. Dengan dukungan yang memadai, warga Binusan diharapkan mampu mempertahankan semangat gotong royong, menciptakan kegiatan yang produktif, serta memperkuat persatuan di tingkat desa.

Semarak HUT ke-81 RI di Binusan pun menjadi bukti bahwa peringatan kemerdekaan tidak selalu harus diwujudkan melalui perlombaan. Kekompakan warga dalam menghias lingkungan dan menjaga semangat kebersamaan juga menjadi bentuk nyata partisipasi masyarakat dalam mengisi kemerdekaan.(**)

Tinggalkan Balasan