Warga Temukan Ulat dan Benda Asing Dalam Makanan, Tak Sesuai Standar dalam Program MBG

 

Bacaan Lainnya

NUNUKAN, Pembawakabar.com– Keluhan terkait penyajian makanan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali disampaikan warga. Sejumlah persoalan disebut masih ditemukan dalam makanan yang diterima, mulai dari benda asing hingga kondisi makanan yang dinilai tidak sesuai standar penyajian.

Lusiana, warga RT 17 sekaligus bagian dari Posyandu Beringin 2, meluruskan informasi mengenai temuan ulat pada makanan. Ia menegaskan, dirinya bukan orang yang menemukan ulat di dalam selada, melainkan tetangganya.

Menurut Lusiana, selain persoalan tersebut, dirinya mengaku beberapa kali menemukan benda asing dalam makanan, seperti kawat penggosok, rambut, hingga pasir, ungkapnya.

Lusiana mengatakan, keluhan mengenai makanan MBG biasanya disampaikan melalui grup Posyandu. Selanjutnya, petugas Posyandu meneruskan laporan tersebut kepada kepala bidang pelayanan MBG.

Namun, ia menyebut keluhan yang disampaikan warga tersebut dinilai masih jarang mendapatkan respons.

“Biasa kami protes lewat grup Posyandu saja, nanti petugas Posyandu yang meneruskan ke kepala bidang pelayanan MBG. Cuma jarang direspons,” katanya.

Ia menuturkan, persoalan dalam makanan MBG tersebut disebut sudah berlangsung cukup sering. Bahkan, hampir setiap hari selalu ada hal yang dikeluhkan oleh warga.

“Itu sudah hampir tiap hari ada saja yang diprotes, cuma ya begitu-begitu saja,” ujarnya.

Selain temuan benda asing, Lusiana juga menyebut persoalan buah yang sudah dalam kondisi busuk beberapa kali ditemukan. Ia juga menyoroti kondisi nasi yang terkadang masih mentah, bahkan pada kesempatan tertentu justru terlalu lembek seperti bubur, tuturnya.

Lusiana berharap penyediaan makanan dalam program MBG dapat lebih memperhatikan standar penyajian dan kualitas makanan sebelum diberikan kepada penerima manfaat.

Menurutnya, program MBG merupakan program yang baik, namun pelaksanaannya perlu dibarengi dengan pengawasan dan pemenuhan standar penyajian agar makanan yang diterima masyarakat benar-benar layak dan sesuai ketentuan.

Kadang tidak sesuai standar penyajian MBG-nya. Asal-asal saja,” pungkasnya.(Red)

Tinggalkan Balasan