Korsleting AC Diduga Jadi Pemicu, Rumah Dua Lantai di Nunukan Ludes Terbakar Pagi Hari

NUNUKAN – Kobaran api mengamuk di kawasan padat penduduk Jalan Rimba RT 09, Nunukan Tengah, Ahad (11/1/2026) pagi. Satu unit rumah dua lantai milik Katerina Bendong alias Mama Duma hangus dilalap si jago merah, membuat warga sekitar panik dan berhamburan keluar rumah.

Bacaan Lainnya

Peristiwa kebakaran terjadi sekitar pukul 06.40 Wita. Api diduga pertama kali muncul dari lantai dua rumah tersebut akibat korsleting listrik pada Air Conditioner (AC), sebelum akhirnya dengan cepat menjalar ke lantai bawah.

Diketahui, bangunan berukuran kurang lebih 8 x 20 meter persegi itu tidak hanya difungsikan sebagai rumah tinggal, tetapi juga sebagai kamar kontrakan di lantai satu dan dua, sehingga potensi kebakaran meluas sangat tinggi.

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Nunukan, Wahyudi Kawariyin, mengungkapkan pihaknya langsung bergerak cepat setelah menerima laporan warga.

“Sebanyak enam unit mobil pemadam kebakaran kami kerahkan ke lokasi untuk mengendalikan api,” ujar Wahyudi.

Ia menjelaskan, petugas menghadapi tantangan serius karena lokasi kebakaran berada di kawasan pemukiman padat. Untuk mencegah api merembet ke rumah lain, petugas melakukan langkah taktis.

“Selain fokus pada titik api, kami juga melakukan isolasi dengan pendinginan di rumah sebelah kanan, kiri, dan bagian belakang agar api tidak menjalar,” jelasnya.

Berkat kesigapan petugas, dalam waktu kurang dari 30 menit api berhasil dikendalikan. Proses pendinginan kemudian dilanjutkan selama lebih dari satu jam guna memastikan tidak ada bara api yang tersisa.

Beruntung, tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam peristiwa tersebut. Namun, kerugian materiil diperkirakan cukup besar dan saat ini masih dalam proses perhitungan.

Wahyudi pun mengimbau masyarakat agar lebih waspada, khususnya terhadap instalasi listrik dan penggunaan peralatan elektronik di rumah.

“Kami mengingatkan warga untuk selalu waspada terhadap potensi kebakaran, terutama yang bersumber dari listrik,” pungkasnya. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *