Kuasa Hukum HSB Klarifikasi Soal Pemukulan Terhadap M

Print Friendly, PDF & Email

TARAKAN-Pihak HSB yang disebut sebagai Oknum Bintara  di Polairud Polda Kaltara memberikan klarifikasi soal kasus dugaan penganiayaan terhadap seorang wartawan berinisial M di Kota Tarakan, beberapa bulan lalu.

Melalui kuasa hukumnya Syafruddin menjelaskan pihaknya telah melakukan pelaporan kembali terhadap laporan yang dilakukan oleh M ke Mabes Polri, karena berita yang beredar itu menurut pihak HSB tidak benar.

Bacaan Lainnya

“Kami anggap berita yang diberitakan itu tidak betul, bohong atau hoax. Kami melaporkan kembali pada 5 maret 2022 sambil menunggu perkembangan dari M, bagaiamana beliaunya karena kami menunggu dia muncul supaya kita bisa menyelesaikan masalah ini terjadi dengan yang dituduhkan itu,” ujar Syafrudin, Minggu malam (17/4)

Menurutnya, selama ini M tidak pernah muncul. Bahkan selama ini pihaknya beranggapan berita yang beredar adalah bohong karena terbukti pada tanggal 11 April 2022, ada surat yang dibuat secara resmi oleh M yang ditujukan kepada Propam.

“Dalam surat itu yang ditujukan ke Propam M menyampaikan bahwa apa yang diberitakan selama ini berita bohong, bahkan M ini sendiri yang mengklarifikasikan sendiri melalui video yang sudah viral. Ini menandakan bahwa apa yang dilakukan selama ini adalah berita tidak betul, sehingga klien kami bersih dari tuduhan-tuduhan yang selama ini dilontarkan oleh pihak M dan media yang menyebarkan berita tersebut,” jelasnya.

“Sehingga perlu kita rehabilitasi nama HSB atas tuduhan itu. Menyangkut pelaporan ini kami tinggal menunggu perkembangan berikutnya, kami mau bertemu dulu dengan M. Untuk mencabut laporan itu kami tidak ada masalah, HSB sebagai orang yang difitnah dan dituduh, sebagai manusia jelas punya perasaan kalau orang minta maaf apalagi di bulan ramadhan ini kita maafkan, tetapi etikad baiknya sebagai manusiawi secara kemanusiaannya,” tambahnya.

Mengenai proses hukum, Syafruddin menutrukan pihaknya akan mempertimbangkan, setelah melihat niat baik dari M yang mengklarifikasi semuanya sehingga menandakan bahwa kliennya tidak bersalah.

“Munculnya pernyataan M ini kemungkinan merasa apa yang selama ini diberitakan adalah berita bohong,  Sebenarnya media-media yang lain juga harus bertanggung jawab terhadap dengan apa yang disebarkan selama ini, berarti menfitnah juga, dan sudah jelas kena undang-undang ITE karena menyebarkan berita tidak betul, yang selama ini saya bilang seharusnya media sebelum menyebarkan beritanya klarifikasi dulu dong ke klien kami, apakah berita itu betul atau tidak? Ternyata tidak kan,” terangnya

Jadi berita ini disebarkan begitu banyak dan ini ada efek hukum yang ditimbulkan, sehingga menjadi pertimbangan bagi kami.

“Besok atau lusa kami akan ambil sikap kalau memang klien kami merasa keberatan atau ada pihak-pihak yang keberatan terhadap apa yang disebarkan, kemungkinan kami akan laporkan. Mungkin masalah M sudah selesai tetapi ada pihak lain yang memperkeruh suasana yang tidak tahu masalah, justru kami harus mintai pertanggungjawabannya karena terbukti klien kami tidak bersalah,” tegasnya.

Selama ini , lanjut Syafrudin, pihaknya dan M sudah ada komunikasi untuk memperjelas persoalan yang terjadi selama ini. “Kita ada komunikasi selama ini bahwa M ingin bertemu, kami sampaikan datang aja dan kami masih menunggu, jika beliau datang kami akan terima baik-baik. Namun kami berharap M bisa secepatnya sehingga ini tidak menjadi bola liar, tanpa ketemu tidak ada masalah bagi kami karena sudah ada surat dan pernyataan melalui video. Soal laporan kami belum mencabut tetapi insya Allah akan kami cabut dan secara manusia kita akan maafkan,” pungkasnya.

Dengan peristiwa yang telah terjadi, Syafrudin juga berharap media-media yang ada tentunya mampu  menempatkan kasus ini secara Perfeksional bukan mengiring ke Politik, karena hal ini tidak ada hubungannya dengan Politik, sehingga netralitas media harus dilihat supaya jangan ada dusta diantara kita semua.

“Kita tahu media adalah yang netral, tetapi kalau begini kondisinya kita juga curiga ada apa, padahal tidak ada apa-apa. Cuma kami hanya mengklarifikasi terhadap pernyataan baik secara lisan maupun tulisan saudara M yang selama ini menganggap terjadi suatu penganiayaan terhadap dirinya padahal tidak,” Demikian Syafudin. (**)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *